NEWS :
http://voxsulut.com

TERBARU

    September 10, 2020

    MJP Jaring Aspirasi Masyarakat Desa Tetey

    Tidak ada komentar
    Suasana Reses MJP di Desa Tetey Minut

    Minut - 

    Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara
    Melky J. Pangemanan, S.IP., MAP., M.Si melakukan reses di Desa Tetey, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, Kamis (10/9).

    MJP (Singkatan namanya) melaksanakan reses dengan memperhatikan imbauan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19.

    Kehadiran konstituen berdasarkan keterwakilan, diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan perempuan, kelompok petani, buruh serta aparat pemerintah kelurahan setempat.

    Adapun aspirasi pertama yang disampaikan kepada MJP disampaikan oleh Bapak Daniel Tamalea salah satu ketua kelompok tani, mengeluhkan kesulitan mendapatkan pekerjaan bagi lulusan-lulusan SMEA yang sudah diajak kuliah dan dijanjikan untuk bekerja tapi sampai saat ini belum juga ada penerimaan.

    Selain itu bapak Daniel juga mengeluhkan terkait tidak tersedianya bahu jalan (Jalan Trotoar) di jalur pariwisata Likupang - Bitung, sehingga dianggap tidak berpihak pada hak-hak pejalan kaki. Selain itu pada jalur ini juga tidak tersedia penerangan jalan, yang menyebabkan akses jalan gelap gulita dan bisa membahayakan orang yang melintas.

    Aspirasi kedua datang dari Ibu Diana Sambiran yang mewakili aspirasi para Guru-Guru Honorer khususnya yang berada di desa Tetey Kecamatan Dimembe, agar guru-guru honorer yang berusia diatas 35 tahun dan telah mengabdi sekian lama sebagai pendidik anak bangsa, bisa di perjuangkan dan dikawal hingga ke pusat oleh anggota dewan MJP, untuk diangkat menjadi ASN tanpa tes. 

    Aspirasi ketiga datang dari Bapak Alfrets Tawaluyan yang mengeluhkan tidak adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah desa terhadap Kelompok-Kelompok Tani yang sudah terbentuk.

    Bapak Alfrets juga mengeluhkan terkait bantuan-bantuan sosial seperti bantuan bedah rumah, bantuan kesehatan bagi petani, bantuan lansia dan bantuan warga terdampak CVD yang belum ada realisasinya bahkan cenderung tidak tepat sasaran.

    Aspirasi keempat disampaikan oleh Bapak Herman Senduk yang menyatakan bahwa sudah setahun ini bantuan lansia belum juga diterima. Sebelumnya data penerima dana bantuan lansia sudah pernah dimasukan ke pemerintah tapi sampai saat ini belum menjangkau Desa Tetey Kecamatan Dimembe.

    Aspirasi kelima disampaikan oleh Ibu Samieta Pangkerego yang adalah Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tetey. Ibu Samieta menyampaikan bahwa telah ada 5 rumah yang mendapatkan bantuan bedah Rumah dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menjadi rumah singgah pariwisata, harapannya dikemudian hari kuotanya bisa bertambah. Ibu Samieta juga mengusulkan pengadaan tenda-tenda untuk jualan bagi kelompok PKK demi memperkuat ekonomi rakyat.

    Aspirasi terakhir di Desa Tetey disampaikan oleh Ibu Silvani Maramis terkait permohonan bantuan untuk usaha yang terdampak pandemi CVD.

    Selanjutnya sesuai aspirasi tersebut MJP menyebutkan bahwa dirinya akan membawa aspirasi-aspirasi masyarakat ke gedung DPRD dan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. 

    "Sebagai representasi dari masyarakat saya akan berjuang dan mengawal semua aspirasi yang masuk demi kepentingan masyarakat dan daerah," Imbuh anggota DPRD dapil Minut-Bitung tersebut.

    Dalam reses ini, selain menampung aspirasi dari warga masyarakat yang nantinya akan di tindaklanjuti ke pihak-pihak dan dinas-dinas terkait, MJP juga menyampaikan laporan kerja dan aktivitas politik yang telah dilakukan sebagai wakil rakyat, antara lain terkait bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Termasuk yang beberapa hari lalu dilakukan MJP yaitu memfasilitasi dan mengawal langsung 1.569 UMKM terdampak CVD yang akan mendapatkan bantuan presiden, data ini dibawa langsung ke dinas Koperasi dan UMKM, dan akan terus dikawal hingga terealisasi kepada semua pelaku usaha. (FalenJaksen)

    BERITA UTAMA