NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    September 29, 2020

    Terpidana Korupsi RS Ratumbuysang Bayar Uang Pengganti dan Denda Perkara

    Tidak ada komentar
    Keluarga terpidana melakukan pengembalian kerugian negara

    Manado -

    Meski masih dalam masa pandemic Covid-19, tak menyurutkan semangat dan eksistensi para korps Adhyaksa berseragam coklat untuk menuntaskan para oknum yang merugikan uang negara.

    Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Senin (28/9) menerima pembayaran uang pengganti dan denda Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama terpidana David Liando, SE, ME.

    Kajari bersama Tim menerima uang denda

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado Maryono, SH, MH menjelaskan terpidana David Liando selaku Direktur PT. Liando Beton Indonesia.

    "David Liando merupakan salah satu terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan Gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. L. Ratumbusyang Manado Tahun 2015, yang telah divonis bersalah" ucap Kajari.

    Hal tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manado Nomor : 3/PID.Sus-TPK/2017/PN.MND tanggal 7 Juni 2018, dengan pidana pokok selama 4 (empat) tahun penjara dan telah menjalani eksekusi pidana badan sejak tanggal 4 Juli 2018.

    "Pelaksanaan eksekusi pidana denda sebesar Rp.200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah), serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp.798.459.757 (Tujuh ratus sembilan puluh delapan juta empat ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah), yang dilaksanakan oleh Kasi Pidsus Kejari Manado Parsaroan Simorangkir, SH, MH, dengan cara menerima pembayaran denda dan uang pengganti dari terpidana DAVID LIANDO, SE, ME melalui keluarga terpidana," tutur Kajari Manado.

    Kemudian uang tersebut diserahkan kepada Bendahara Penerima Kejari Manado dan dilakukan penyetoran ke Kas Negara melalui Bank BRI Kajari Manado.

    Kajari Manado Maryono pun mengucapkan terima kasih kepada keluarga terpidana yang dengan kesadaran sendiri telah melaksanakan kewajiban hukum.

    "Saya jelaskan bahwa pembayaran uang pengganti dan denda ini sebagai masukan ke kas negara dan dapat menguntungkan terpidana juga karena dengan dibayarnya kewajiban ini maka terpidana bisa mendapatkan hak remisi baik remisi kenegaraan (17 Agustus) maupun remisi keagamaan serta bisa juga mendapat program asimilasi yaitu menjalani sisa hukuman diluar lembaga pemasyarakatan," ucap Maryono.(andresiwi)

    BERITA UTAMA