NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Oktober 09, 2020

    Dokter Ahli Mata ini Jelaskan Soal Katarak Saat Penyuluhan IPKRS Kandou

    Tidak ada komentar
    Suasana saat penyuluhan 

    Manado -

    Penyuluhan tentang Deteksi Dini Katarak pada Anak dan Dewasa, Kamis (08/10) dilaksanakan di ruang tunggu pasien Poliklinik Bedah RSUP Kandou Manado.

    Untuk tahun ini kegiatan digelar dengan tema global Hope In Sight sedangkan tema Nasional adalah Mata Sehat, Indonesia Maju, yang dirangkaikan dengan Hari Penglihatan sedunia setiap tahun bulan Oktober, minggu kedua.

    Materi Deteksi Dini Katarak pada Anak dan Dewasa disampaikan dr Andrew Chitra, SpM. Ia menjelaskan dimana Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia.

    Meski demikian, katarak pada usia muda atau bahkan anak-anak juga bisa terjadi. Dikatakan bahwa Katarak pada anak kadang-kadang sulit dikenali gejalanya dan bahkan tidak mempengaruhi penglihatan. “Katarak tidak hanya dapat muncul pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak dan bayi,” jelasnya.

    Lanjut dikatakannya, Katarak pada anak yang muncul sejak lahir disebut dengan istilah katarak kongenital. Namun, katarak kongenital merupakan suatu kondisi yang jarang terjadi. Katarak pada anak bisa terjadi pada salah satu mata saja atau bahkan keduanya.

    Oleh karena itu dr. Andrew mengajak dan menghimau kepada peserta penyuluhan bila merasakan sesuatu gangguan pada mata, agar sebaiknya memeriksakan mata ke poliklinik mata agar bisa di deteksi sejak dini bila terjadi Katarak.

    Sementara itu, Dr Neni Ekawardani Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Kandou menjelaskan tujuan peringatan Hari Penglihatan Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata.

    Selain itu, Peringatan Hari Penglihatan Sedunia bertujuan untuk mengedukasi tentang pencegahan kebutaan sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Vision 2020. Dr Neni mengingatkan kepada seluruh peserta penyuluhan agar senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

    "Mari kita senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dengan 3M yakni Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga jarak,” tutupnya. (andresiwi)

    BERITA UTAMA