NEWS :
http://voxsulut.com

 


 


TERBARU

    Oktober 28, 2020

    RSUP Kandou Bantah Pasien asal Minsel Sengaja di Covidkan

    Tidak ada komentar


    dr Hanry saat memberi penjelasan

    Manado -

    RSUP Prof Dr R. D. Kandou Manado, Selasa (28/10) melaksanakan konferensi pers, terkait postingan yang viral bahwa pasien sengaja di covidkan.

    Direktur RSUP Prof Kandou Manado, Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Hanry Takasenseran membantah apabila pasien asal Minahasa Selatan itu sengaja di covidkan.

    "Kalau soal postingan yang viral itu tidak benar, pasien rujukan tersebut baru masuk RSUP Prof Kandou, selanjutnya di skrining terlebih dahulu apakah memiliki gejala yang mengarah ke Covid-19 atau tidak, sebab dalam perawatan itu berbeda," ucapnya.

    Lebih lanjut, dr. Hanry mengatakan bahwa pasien yang viral tersebut memiliki penyakit komorbit atau penyakit bawaan.

    "Jadi pasien baru masuk UGD RSUP Kandou Manado, dengan penyakit bawaan gagal ginjal, kami lakukan langkah skrining berdasarkan regulasi Kementerian dengan melakukan pemeriksaan rontgen paru dan swab, kemudian hasil rontgen paru bahwa pasien pneumonia berat oleh sebab itu kami lakukan perawatan prosedur pasien Covid-19, dimana penetapan diagnosa penyakit mutlak ada pada dokter pemeriksa sesuai kompetensi. Manajemen RSUP Kandou tidak ikut campur dalam hal penetapan diagnosa pasien," ucap Takansenseran.

    Lanjut, berdasarkan penjelasan dr. Hanry setelah dilakukan perawatan Covid-19, pasien meninggal dunia pada keesokan harinya.

    "Saat pihak rumah sakit akan melakukan pemusaran jenazah protap Covid-19, pihak keluarga menolak untuk dilakukan protap, kami pihak rumah sakit memiliki kewajiban untuk melakukan edukasi kepada keluarga pasien beberapa kali, namun ada beberapa keluarga sudah menerima namun ada beberapa keluarga belum menerima saat dilakukan edukasi," katanya.

    Untuk mengantisipasi kesalahpahaman, pihak rumah sakit melakukan koordinasi bersama aparat kepolisian.

    "Kami lakukan koordinasi bersama Polisi sebab pihak keluarga tetap bersikeras untuk memulangkan pasien Covid-19 sendiri, tapi pihak kepolisian tetap mengawal dan menjaga sebab kalau di pulangkan itu sama saja kami membiarkan penyebaran Covid-19 terjadi kepada masyarakat, akhirnya setelah beberapa jam kami lakukan pendekatan dan edukasi akhirnya keluarga menerima dan menyetujui pemusaran jenazah protap Covid-19," jelasnya.

    Terkait postingan yang viral sebut dr. Handy, bahwa benar yang posting keluarga pasien tapi bukan yang berada di RSUP Prof Kandou.

    "Jadi yang menviralkan itu memang keluarga pasien, tapi bukan yang ada di rumah sakit RSUP Prof Kandou Manado dan yang bersangkutan berada di luar daerah, oleh sebab itu yang bersangkutan tidak mengetahui kondisi pasien, sedangkan keluarga yang ada saat di rumah sakit telah memahami dan menerima sebab kami telah lakukan edukasi," tambahnya.

    Ditambahkan dr. Hanry memang dalam masa pandemic Covid-19, banyak keluarga memang belum bisa menerima terkait protap Covid-19, tapi ini berdasarkan regulasi dan Undang-undang, oleh karena itu kami lakukan berdasarkan UU. Pihak Rumah Sakit tidak bisa sembarang untuk menetapkan Covid-19 harus berdasarkan diagnosa dan pemeriksaan dokter.(andresiwi)

    BERITA UTAMA