Disaksikan Menkes, RSUP Kandou MoU dengan JPDI

oleh -262 views

Manado, VoxSulut.Com – Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan Fellowship, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (JPDI), Senin (21/11) disaksikan langsung Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang hadir secara virtual, bahkan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menkes menargetkan tahun 2024, sekitar 514 Kabupaten Kota di Indonesia harus bisa melakukan tindakan pasang ring

Sementara itu, 34 provinsi juga ditargetkan sudah bisa melakukan kateterisasi jantung terbuka.

Hal ini menurutnya sangat penting untuk didorong, mengingat angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Kematian yang disebabkan penyakit jantung cukup banyak memakan korban, tercatat 200 ribu setiap tahun,” ungkap Menkes Budi Sadikin.

Selanjutnya pihaknya terus merangsang pelayanan maksimal dari setiap rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan kesehatan jantung.

Sertifikat khusus akan diberikan untuk rumah sakit tingkat provinsi yang melakukan tindakan bedah jantung terbuka dan rumah sakit tingkat kabupaten/kota yang bisa melakukan pasang ring.

“Syaratnya hanya diberikan bagi yang pertama kali melakukan,” ujar Menkes Budi.

Di lain pihak, Direktur Utama Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD bersyukur karena RSUP Kandou dipercayakan untuk pendidikan fellowship bagi para spesialis jantung.

Kegiatan ini tentu saja bertujuan untuk menuntaskan program transformasi dari kementerian kesehatan.

Sementara itu ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, Dr Renan Sukmawan ST SpJP(K) PhD MARS mengatakan, dengan adanya percepatan dan perluasan pendidikan fellowship, Kolegium JPDI bergerak dengan cepat untuk membuka tempat-tempat telusif.

Salah satunya adalah RSUP Kandou Manado yang mempunyai sarana prasarana pada bidang sub spesialisasi jantung dan pembuluh darah.

“RSUP Kandou sesuai ketersediaan SDM-nya, ada 3 bidang yang akan dibuka, yaitu Kardiologi Intervensi, Perawatan Intensif dan Kegawatan Kardiovaskuler,” Katanya.

Lanjut dijelaskannya, sesuai arahan Menteri Kesehatan maka tahun 2024, sekitar 258 kabupaten kota sudah dapat melakukan intervensi non bedah.

“Intervensi non bedah Ini merupakan bagian dari proses percepatan untuk mencapai target operasi bedah jantung terbuka di 34 provinsi,” pungkasnya.(vsc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.