VOXSULUT – Waspadai Penyebab Stroke dan Cara Mencegahnya: Dokter Spesialis Neurologi dari RS Siloam Yogyakarta, Azmi Farah Fairuzya, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai stroke. Dalam seminar kesehatan pada 15 Juli 2025, ia menjelaskan bahwa stroke sering datang mendadak dan bisa menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian jika tidak segera ditangani.
“Baca Juga: Menjaga Kesehatan Hati: Lima Cara Efektif Setiap Hari“
Stroke Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat
Menurut dr. Azmi, sebagian besar kasus stroke sebenarnya bisa dicegah. Kunci pencegahannya adalah menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksa kondisi tubuh.
“Stroke sering datang tiba-tiba dan berakibat fatal. Padahal sebagian besar kasus bisa dicegah dengan hidup sehat,” ujar Azmi di hadapan 150 peserta seminar.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
Dua Jenis Stroke: Iskemik dan Hemoragik
Stroke terjadi ketika otak tidak menerima pasokan darah yang cukup. Gangguan ini muncul karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Stroke iskemik muncul ketika arteri yang mengalirkan darah ke otak mengalami penyempitan. Kondisi ini mengurangi aliran darah secara drastis dan menimbulkan iskemia. Dokter membagi stroke iskemik menjadi dua jenis:
-
Stroke trombotik yang disebabkan oleh bekuan darah di arteri otak.
-
Stroke embolik yang terjadi saat bekuan darah terbawa dari bagian tubuh lain ke otak.
Sementara itu, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Beberapa penyebabnya termasuk tekanan darah tinggi, kelainan dinding pembuluh darah, serta konsumsi obat pengencer darah. Stroke hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu:
-
Perdarahan intraserebral, yaitu perdarahan di jaringan otak.
-
Perdarahan subarachnoid, yaitu perdarahan di area antara otak dan selaput pelindung otak.
Tiga Faktor Risiko Utama Penyebab Stroke
dr. Azmi menjelaskan bahwa ada tiga kelompok faktor risiko stroke, yaitu faktor kesehatan, gaya hidup, dan faktor keturunan atau usia.
Faktor kesehatan meliputi:
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
-
Diabetes
-
Kolesterol tinggi
-
Obesitas
-
Penyakit jantung seperti gagal jantung, aritmia, atau infeksi jantung
-
Sleep apnea
-
Riwayat serangan jantung atau stroke ringan (TIA)
Karena gaya hidup mencakup:
-
Merokok
-
Kurangnya aktivitas fisik
-
Kecanduan alkohol
-
Penyalahgunaan narkoba
Faktor lain yang juga penting adalah keturunan dan usia.
Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat stroke berisiko lebih tinggi. Selain itu, semakin bertambah usia, risiko terkena stroke juga meningkat.
Kenali Tanda Awal Stroke dengan Metode FAST
Panitia seminar mengajak peserta mengenali gejala stroke sejak dini dengan metode FAST, yaitu:
F – Face drooping: Perhatikan jika salah satu sisi wajah tampak miring atau lumpuh.
A – Arm weakness: Coba angkat kedua tangan, jika salah satu terasa lemas atau sulit diangkat, itu tanda bahaya.
S – Speech difficulty: Dengarkan apakah seseorang berbicara tidak jelas atau sulit mengucapkan kata.
T – Time to call emergency: Segera hubungi layanan darurat ketika muncul gejala-gejala tersebut.
dr. Azmi menekankan pentingnya penanganan cepat ketika gejala ini muncul. “Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang pasien pulih tanpa komplikasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sebagai langkah pencegahan.
Pemeriksaan Gratis bagi Lansia: Deteksi Dini Sangat Penting
Selain edukasi tentang stroke, seminar juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sebanyak 50 peserta lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan tes darah lengkap.
Tenaga medis profesional dari RS Siloam Yogyakarta memandu seluruh proses pemeriksaan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.
Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyatakan bahwa program ini mendukung kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata kita menjaga kesehatan bersama,” ujar Andrew, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Holywings Group.
“Baca Juga: Saudi Pro League Resmi Izinkan 10 Pemain Asing per Klub“






