Inovasi KAI: Face Recognition Boarding di 22 Stasiun

Teknologi414 Dilihat

VOXSULUT – Inovasi KAI, Face Recognition Boarding: PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menghadirkan inovasi digital. Perusahaan kini menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk mempermudah proses boarding penumpang. Langkah ini meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung transportasi yang ramah lingkungan.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebutkan bahwa sistem ini sudah berjalan di 22 stasiun. KAI juga berencana memperluas penerapan teknologi ini ke lebih banyak lokasi.v

“Baca Juga: Jam Tangan Pintar dengan Fitur Oksigen Darah Terbaik 2025“

Cara Kerja Face Recognition

Teknologi face recognition bekerja dengan kamera canggih. Sistem ini mencocokkan wajah penumpang dengan data tiket yang sudah tersimpan. Dengan begitu, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket cetak, e-boarding pass, atau KTP.

Penumpang cukup berdiri di depan perangkat. Dalam hitungan detik, sistem akan memvalidasi identitas dan memberi izin masuk ke peron. Proses ini membuat pengalaman naik kereta menjadi lebih praktis dan cepat.

Efisiensi Waktu dan Kenyamanan Penumpang

KAI menegaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah mempercepat proses boarding. Penumpang kini tidak perlu mengantre untuk mencetak tiket fisik. Selain itu, penggunaan sistem digital juga meningkatkan kenyamanan perjalanan karena semua berjalan otomatis.

Dengan layanan ini, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar tanpa repot membawa dokumen tambahan.

Hemat Kertas dan Ramah Lingkungan

Selain meningkatkan kenyamanan, teknologi ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Menurut Anne, dari Januari hingga Juli 2025, KAI berhasil menghemat 16.295 rol kertas. Nilai penghematan itu setara dengan Rp230 juta.

Selama tiga tahun penerapan, total kertas yang dihemat mencapai 40.296 rol. Angka ini setara dengan lebih dari Rp599 juta biaya cetak tiket. Efisiensi ini mendukung prinsip keberlanjutan dan mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Percepatan Digitalisasi Layanan KAI

Anne mengingatkan bahwa KAI mempercepat digitalisasi setelah pandemi COVID-19. Saat itu, perusahaan memperkenalkan e-boarding pass untuk mengurangi kontak fisik. Kini, inovasi berlanjut dengan face recognition dan aplikasi Access by KAI.

Melalui aplikasi tersebut, penumpang bisa memesan tiket, mengatur perjalanan, hingga mengakses layanan tambahan. Semuanya terintegrasi dalam satu platform digital.

Target Integrasi Antarmoda

KAI juga menargetkan layanan transportasi yang terintegrasi. Ke depan, aplikasi Access by KAI akan menghubungkan perjalanan dari titik awal hingga tujuan akhir. Dengan begitu, penumpang bisa beralih dari kereta ke moda transportasi lain tanpa hambatan.

Anne menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan visi KAI untuk menghadirkan transportasi berkelanjutan. KAI ingin menciptakan layanan publik yang cepat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

“Baca Juga: Augsburg vs Bayern: Prediksi Skor dan Susunan Pemain“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *