VOXSULUT – Federal Aviation Administration akhirnya mengizinkan roket Falcon 9 kembali beroperasi. Keputusan ini membuka jalan bagi peluncuran misi Crew-12 milik NASA pada 11 Februari 2026.
FAA mengeluarkan izin tersebut pada 6 Februari 2026. Sebelumnya, lembaga itu menghentikan sementara Falcon 9 selama empat hari. Penghentian terjadi karena masalah pada tahap atas roket.
Kini, NASA dan SpaceX kembali mempersiapkan peluncuran. Mereka menargetkan peluncuran pukul 06.01 waktu setempat. Roket akan lepas landas dari Cape Canaveral Space Force Station.
“Baca Juga: Jepang Aktifkan Kembali Reaktor Nuklir Setelah 15 Tahun“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Masalah Tahap Atas Picu Penghentian Sementara
Masalah muncul pada 2 Februari 2026. Saat itu, Falcon 9 meluncurkan 25 satelit Starlink dari California. Roket berhasil menempatkan satelit ke orbit rendah Bumi.
Namun, tahap atas roket gagal menyalakan mesin untuk pembakaran deorbit. Akibatnya, badan roket jatuh kembali ke Bumi tanpa kendali.
Insiden ini menjadi kasus keempat dalam 19 bulan terakhir. Dua kejadian sebelumnya memicu investigasi panjang. FAA baru mengizinkan Falcon 9 terbang kembali setelah sekitar dua pekan pada kasus terdahulu.
Kali ini, investigasi berjalan lebih cepat. FAA mengawasi langsung proses penyelidikan. Lembaga itu juga menerima laporan temuan dari tim SpaceX.
SpaceX Temukan Penyebab dan Siapkan Perbaikan
Laporan akhir menyebutkan kemungkinan utama berasal dari kegagalan mesin tahap dua untuk menyala. Masalah itu terjadi sebelum roket melakukan pembakaran deorbit.
SpaceX kemudian mengidentifikasi langkah pencegahan teknis dan organisasi. Perusahaan itu memperbaiki prosedur dan sistem pendukung. Dengan demikian, FAA kembali memberi lampu hijau untuk penerbangan berikutnya.
Keputusan ini memberi kepastian bagi jadwal misi astronot. Selain itu, NASA tidak perlu mengubah rencana rotasi awak.
Crew-12 Bawa Empat Astronot ke ISS
Misi Crew-12 akan membawa empat astronot menuju International Space Station. Mereka akan menjalani misi sekitar sembilan bulan di orbit.
Jessica Meir dan Jack Hathaway mewakili NASA. Andrey Fedyaev bergabung sebagai kosmonaut Rusia. Sophie Adenot mewakili Badan Antariksa Eropa.
Keempatnya akan terbang menggunakan kapsul Crew Dragon bernama Freedom. SpaceX menyiapkan kapsul tersebut untuk mendukung misi jangka panjang.
Jika peluncuran berjalan lancar, jumlah awak ISS akan kembali menjadi tujuh orang. Sebelumnya, stasiun hanya dihuni tiga astronot.
Dampak Evakuasi Medis Crew-11
Jumlah awak berkurang setelah misi Crew-11 pulang lebih awal pada 15 Januari 2026. NASA melakukan evakuasi medis dari ISS untuk pertama kalinya.
Hingga kini, NASA belum mengungkap identitas astronot yang terdampak. Lembaga itu juga belum menjelaskan detail kondisi medis. NASA menjaga privasi awaknya dari publik.
Kini, fokus kembali tertuju pada Crew-12. NASA dan SpaceX ingin memastikan semua sistem berjalan aman. Dengan izin terbaru dari FAA, keduanya kembali melangkah menuju peluncuran penting pekan ini.






