Gowok: Film tentang Tradisi Seksual Kuno di Jawa

Film, Trending698 Dilihat

VOXSULUT Gowok: Kamasutra Jawa akan tayang di bioskop mulai 5 Juni 2025. Film ini mengangkat tradisi kuno masyarakat Jawa yang dikenal dengan istilah “gowok”.

Dalam tradisi ini, perempuan dewasa mengambil peran sebagai guru seksual bagi pemuda yang belum menikah. Cerita dalam film menampilkan kisah berani dengan nilai budaya yang kuat.

“Baca Juga: 5 Film Perjuangan Terbaik Sambut Hari Kebangkitan 2025“


Terinspirasi dari Karya Sastra Jawa Serat Centhini

Pertama-tama, Hanung Bramantyo mengarahkan film ini dan mengambil inspirasi langsung dari Serat Centhini. Selanjutnya, karya sastra tersebut menguraikan pendidikan seksual dan spiritual secara terbuka dalam budaya Jawa kuno.

Hanung menghadirkan nilai-nilai leluhur lewat pendekatan sinematik yang kuat. Ia merancang cerita dengan gaya tradisional yang menyoroti cinta, dendam, dan warisan budaya secara mendalam.

Dibintangi Aktor dan Aktris Ternama Indonesia

Deretan aktor papan atas memperkuat film ini. Reza Rahadian, Devano Danendra, dan Lola Amaria memerankan tokoh utama dalam kisah penuh konflik tersebut.

Ali Fikry, Nayla Purnama, Alika Jantinia, dan Slamet Rahardjo ikut membintangi film ini. Aktor senior dan muda menciptakan keseimbangan emosional dalam setiap adegan.


Sinopsis Gowok: Kamasutra Jawa

Kisah film ini terjadi di Pulau Jawa antara tahun 1955 hingga 1965. Cerita mengikuti Nyai Santi, seorang gowok legendaris yang banyak keluarga minta untuk mendidik calon pengantin pria.

Setiap hari, Nyai Santi mengajar dua murid muda bernama Ratri dan Jaya. Keduanya tumbuh bersama dan saling mencintai. Namun, Nyai Santi menghentikan hubungan mereka karena ia meragukan niat Jaya.


Ratri Balas Dendam Lewat Anak dari Cinta Lamanya

Seiring waktu, Ratri tumbuh dewasa dan mewarisi peran gurunya. Kini, orang-orang mengenal Ratri sebagai Nyai Ratri, dan banyak keluarga memintanya membimbing pemuda lain. Tanpa ia duga, pemuda tersebut bernama Bagas, anak dari Jaya, cinta lamanya.

Interaksi intens antara Nyai Ratri dan Bagas menimbulkan konflik batin yang rumit. Hubungan mereka perlahan berubah dari sekadar guru dan murid menjadi lebih dalam dan personal.

Dalam situasi ini, Ratri mengambil kesempatan untuk membalas luka masa lalunya kepada Jaya.
Film ini mengajak penonton menyelami dinamika cinta, dendam, dan akibat dari masa lalu.


Sajian Budaya Jawa dalam Balutan Drama Modern

Di satu sisi, Gowok: Kamasutra Jawa menyajikan kisah tentang hubungan antar manusia. Namun di sisi lain, film ini juga menggali nilai budaya dan sejarah yang mulai terlupakan.

Selain itu, film ini mengandalkan visual yang kuat dan dialog penuh emosi untuk membangun atmosfer khas Jawa. Penonton pun diajak memahami bahwa cinta, dendam, dan pendidikan seks pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan budaya Jawa.

Oleh karena itu, jangan lewatkan penayangan film ini di bioskop mulai 5 Juni 2025. Saksikan bagaimana kisah masa lalu membentuk dan memengaruhi kehidupan masa kini dalam Gowok: Kamasutra Jawa.

“Baca Juga: Dogecoin Tertekan di Juni? Simak Prediksi Lengkapnya“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *