Cut Syifa Tolak Adegan Mesra di Film Hayya 3 Gaza

Film, Trending1084 Dilihat

VOXSULUT Cut Syifa: Aktris Cut Syifa menyampaikan permintaan khusus sebelum menerima peran dalam film Hayya 3 Gaza. Ia secara tegas meminta kepada sang sutradara, Jastis Arimba, agar tidak menyertakan adegan bersentuhan dengan lawan jenis.

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Syifa ingin menjaga kesucian cerita dan nilai yang dibawa oleh film tersebut.

“Baca Juga: Film Barat Bertema Haji, Inspirasi di Libur Idul Adha“


Cut Syifa Ingin Cerita Tetap Bermakna dan Religius

Saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 9 Juni 2025, Syifa mengungkapkan alasan di balik keputusannya. “Aku ingin menjaga kesucian alur ceritanya,” ujar Syifa kepada awak media.

Ia merasa film ini mengangkat nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Karena itu, ia ingin tampil dengan cara yang sejalan dengan pesan utama filmnya.


Jastis Arimba dan Tim Sepakat Jaga Nilai Film

Permintaan Syifa mendapat sambutan positif dari sutradara Jastis Arimba. Seluruh kru dan pemain pun memiliki pandangan yang sama.

Hal ini membuat proses syuting berjalan tanpa hambatan. Kerja sama yang terbangun di lokasi syuting menciptakan suasana nyaman bagi seluruh tim produksi.


Hayya 3 Gaza Jadi Debut Film dan Perjuangan Cut Syifa

Bagi Cut Syifa, Hayya 3 Gaza menjadi proyek film layar lebar pertamanya. Ia merasa bersyukur mendapat kesempatan untuk terlibat dalam film yang membela kemerdekaan Palestina.

“Aku bersyukur bisa bermain di film ini,” ungkap aktris berusia 27 tahun itu. Ia mengaku selama ini hanya mengikuti isu Palestina lewat media sosial.

Namun kini, ia dapat mendalami konflik tersebut secara lebih nyata melalui naskah dan peran yang ia jalani.


Pandangan Cut Syifa tentang Konflik di Gaza

Cut Syifa juga menyampaikan pendapatnya tentang situasi di Gaza. Ia menilai bahwa peristiwa yang terjadi di sana bukanlah perang biasa.

“Mereka membantai anak-anak dan perempuan yang tak berdaya,” ucap Syifa. Menurutnya, kekerasan terhadap warga sipil tak bisa dibenarkan dan tak layak disebut sebagai peperangan.

Komentarnya mencerminkan kepedulian mendalam terhadap krisis kemanusiaan yang berlangsung di Palestina.


Film sebagai Bentuk Dukungan Moral untuk Palestina

Selain doa dan solidaritas, Cut Syifa ingin memberikan kontribusi yang lebih nyata melalui dunia seni peran. Ia melihat Hayya 3 Gaza sebagai wadah untuk menyuarakan dukungannya terhadap Palestina.

“Film ini adalah hal terbaik yang bisa aku berikan untuk Palestina,” tuturnya.

Dengan keterlibatannya dalam film ini, Syifa berharap pesan perdamaian dan kemanusiaan bisa menjangkau penonton yang lebih luas.


Hayya 3 Gaza tidak hanya menjadi film yang penuh makna, tetapi juga menjadi simbol perjuangan moral dari para pelakunya. Cut Syifa pun membuktikan bahwa aktor dapat menyampaikan pesan besar melalui pilihan peran dan sikap yang mereka ambil dalam proses kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *