VOXSULUT – Kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit yang aman dan ilmiah terus meningkat. Hal ini mendorong para ahli mengembangkan pendekatan baru berbasis teknologi modern. Salah satu terobosan yang kini mencuri perhatian adalah penggunaan vesikel sintetik untuk perawatan wajah.
Dokter Reeza Edward Paparkan Cara Kerja Vesikel Sintetik
Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika, Reeza Edward, menyampaikan bahwa teknologi vesikel sintetik menghadirkan solusi perawatan wajah yang lebih terukur. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini menggunakan partikel kecil bernama synthetic small extracellular vesicles (sEVs). Partikel ini meniru cara komunikasi alami antar sel kulit.
Melalui pendekatan tersebut, kulit menerima sinyal yang mendorong proses regenerasi. Dengan cara ini, perawatan bisa menjadi lebih tepat sasaran dan minim risiko efek samping. Hal ini disampaikan Reeza dalam konferensi pers yang digelar pada 26 Juni 2026.
“Baca Juga: 4 Film Blockbuster Wajib Tonton Juli 2025“
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
Kandungan Aktif yang Menunjang Efektivitas Teknologi
Selain mengandalkan sEVs, teknologi ini juga memanfaatkan bahan aktif tambahan. Beberapa di antaranya meliputi peptida biomimetik, niacinamide, sodium hyaluronate, glycine, proline, dan antioksidan. Semua bahan tersebut bekerja sinergis untuk merangsang peremajaan kulit.
Efek yang dihasilkan mencakup perbaikan tekstur kulit, peningkatan kekencangan, dan perataan warna kulit. Teknologi ini juga cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Hal ini karena produk berbasis vesikel sintetik tidak mengandung unsur biologis atau hewani.
AMUSE 2025 Tampilkan Inovasi Ilmiah Bidang Estetika
Dokter Reeza menyampaikan paparan tersebut dalam acara Aesthetic Medicine Update & Scientific Exhibition (AMUSE) 2025. Acara ini berlangsung pada 20–22 Juni 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Selama tiga hari, lebih dari 1.200 peserta hadir dari berbagai bidang, seperti dermatologi, bedah plastik, dan estetika medis.
Jakarta Science Academy menyelenggarakan acara ini dengan tema “Aesthetic Uncovered: A Purely Scientific Congress.” Panitia menghadirkan fokus utama pada edukasi berbasis bukti ilmiah di bidang estetika medis. Seluruh sesi, mulai dari presentasi hingga masterclass, mendorong peserta untuk saling bertukar pengetahuan terkini dalam dunia estetika.
Pyfaesthetic Dukung Edukasi Teknologi Estetika Melalui Simposium
Selain itu, Pyfaesthetic, perusahaan farmasi publik di sektor estetika medis, ikut ambil bagian dalam AMUSE 2025. Mereka membuka booth interaktif yang menarik perhatian peserta. Selanjutnya, mereka juga menyelenggarakan dua sesi simposium ilmiah dengan topik “Optimizing Acne Outcomes” dan “Synthetic Small Extracellular Vesicles in Aesthetics.”
Melalui keterlibatan ini, Pyfaesthetic menunjukkan komitmen dalam mendukung inovasi dan edukasi teknologi perawatan kulit. Kehadiran perusahaan ini juga memperkuat kolaborasi antara dunia medis dan industri teknologi kecantikan.
Kesimpulan: Teknologi Vesikel Sintetik
Teknologi vesikel sintetik menawarkan solusi baru dalam perawatan wajah modern. Pendekatan ini mengutamakan efektivitas, keamanan, dan ketepatan dalam meremajakan kulit. Pyfaesthetic dan forum ilmiah seperti AMUSE 2025 terus mendorong pertumbuhan tren teknologi ini melalui edukasi dan kolaborasi aktif.
“Baca Juga: Allegri Terapkan Aturan Disiplin Ketat di Pramusim Milan“






