VOXSULUT – Cegah Stroke: Banyak orang sering menyepelekan gejala pusing mendadak, wajah terasa baal, atau tubuh mendadak lemas. Padahal, tanda tersebut bisa mengarah pada gangguan serius di pembuluh darah otak. Salah satunya adalah stroke yang dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. Deteksi dini menjadi kunci penting agar pasien mendapat penanganan lebih cepat dan tepat.
“Baca Juga: Sule Derita Tifus dan Anemia, Begini Kondisi Kesehatannya“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Mengenal Teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA)
Digital Subtraction Angiography atau DSA hadir sebagai teknologi modern untuk mendeteksi masalah pembuluh darah. Dokter melakukan pemeriksaan ini dengan memakai sinar-X dan menambahkan zat kontras khusus melalui kateter kecil ke pembuluh darah. Kamera canggih kemudian merekam peredaran darah secara real-time sehingga dokter dapat melihat kondisi aliran darah dengan jelas.
Menurut dr. Febian Sandra, Sp.Rad, Subsp.RI(K), Spesialis Radiologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, DSA membantu dokter menemukan sumbatan, penyempitan, hingga aneurisma atau benjolan pada pembuluh darah. Kondisi ini sering kali sulit terlihat dengan pemeriksaan lain seperti CT Scan atau MRI biasa.
Keunggulan DSA Dibandingkan Pemeriksaan Lain
Teknologi DSA menampilkan gambar aliran darah dengan tajam dan detail, melebihi metode pencitraan otak lain. Dokter memakai MRI untuk melihat jaringan lunak dan saraf. Namun, MRI kadang kurang jelas menunjukkan pembuluh darah di area tertentu. Sebaliknya, DSA mampu menampilkan gambaran aliran darah dan struktur pembuluh darah secara langsung.
Selain itu, prosedur DSA dilakukan di Laboratorium Kateterisasi dengan metode minimal invasif. Artinya, proses ini tidak memerlukan sayatan besar. Tim medis yang berpengalaman akan memandu kateter ke dalam pembuluh darah dengan aman. Dengan demikian, risiko komplikasi menjadi sangat rendah.
Kapan Perlu Melakukan Pemeriksaan DSA?
Pemeriksaan DSA sangat bermanfaat bagi pasien dengan kondisi tertentu. Perhatikan beberapa tanda dan situasi yang perlu diwaspadai:
-
Tubuh tiba-tiba lemas di satu sisi.
-
Bicara mendadak pelo atau tidak jelas.
-
Riwayat stroke berulang.
-
Hasil CT atau MRI menunjukkan adanya kecurigaan gangguan pembuluh darah.
-
Mengalami pusing atau migrain berkepanjangan.
-
Pandangan mendadak kabur.
Jika seseorang mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah risiko stroke lebih parah.
Pentingnya Deteksi Dini Stroke
Stroke termasuk salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, dengan teknologi DSA, dokter bisa mendeteksi gangguan pembuluh darah lebih cepat. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penting untuk menentukan langkah pengobatan, baik dengan obat, tindakan medis, maupun pencegahan berulang.
Dengan deteksi dini, pasien memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan kembali beraktivitas normal. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan gejala kecil seperti pusing, baal, atau bicara pelo. Segera lakukan pemeriksaan agar kesehatan otak tetap terjaga.
“Baca Juga: Mbappe Cetak 52 Gol, Resmi Lampaui Rekor Thierry Henry“






