VOXSULUT – Tahun ini, para penggemar game open-world bergaya anime tengah menantikan dua judul besar asal Tiongkok: Ananta dan Neverness to Everness. Kedua game ini memadukan dunia modern, karakter bergaya anime, dan kebebasan eksplorasi dalam satu paket menarik.
Sekilas, keduanya tampak serupa karena menampilkan kota futuristik dan gameplay penuh aksi. Namun, setelah melihat lebih dalam, ternyata Ananta dan Neverness to Everness memiliki banyak perbedaan penting, baik dari sisi teknis maupun konsep dunia yang mereka bangun.
“Baca Juga: Rilis Kingmakers di Tunda Oleh Redemption Kingmakers demi Kualitas Game Terbaik“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Asal dan Pengembang: Dua Studio Besar dari Tiongkok
Ananta merupakan proyek perdana dari Naked Rain, studio baru di bawah naungan NetEase Games. Game ini sebelumnya dikenal sebagai Project Mugen dan sempat dijuluki sebagai “GTA Anime” karena kebebasan dan gaya bermainnya.
Sementara itu, Neverness to Everness dikembangkan oleh Hotta Studio, yang juga berada di bawah Perfect World Games. Studio ini dikenal luas karena kesuksesannya lewat Tower of Fantasy. Jadi, kedua proyek ini sama-sama berasal dari pengembang besar dengan reputasi kuat di industri game.
Perbandingan Visual: Dua Engine, Dua Gaya yang Berbeda
Perbedaan pertama yang mencolok terlihat dari sisi grafis dan teknologi. Ananta dibangun menggunakan Unity 6, dengan gaya visual cerah, animasi halus, dan efek cel-shade khas anime. Setiap transisi antar karakter terasa ringan dan responsif, menciptakan pengalaman bermain yang dinamis.
Di sisi lain, Neverness to Everness menggunakan Unreal Engine 5 yang terkenal dengan kualitas grafis ultra-realistis. Dunia dalam game ini terlihat lebih hidup, penuh detail, dan menampilkan pencahayaan yang imersif. Transisi antara dunia nyata dan dunia “anomaly” juga berjalan sangat mulus, menambah kesan sinematik yang kuat.
Dunia Game: Kota Modern dan Dimensi Supernatural
Kedua game sama-sama mengusung latar kota modern, namun dengan pendekatan berbeda. Ananta mengambil inspirasi dari kota New York dan menampilkan kehidupan urban di masa depan. Dunia yang ditawarkan terasa realistis namun futuristik, lengkap dengan kendaraan dan bangunan tinggi.
Sementara Neverness to Everness menghadirkan kota futuristik bernama Hethereau, tempat pemain dapat berpindah ke dunia supernatural. Konsep dua dunia ini menambah kedalaman cerita serta variasi visual yang menarik untuk dijelajahi.
Gameplay: Action Seru vs Pergantian Karakter Dinamis
Dalam hal gameplay, Ananta lebih menonjolkan aksi tunggal dengan sistem pertarungan mirip Batman Arkham, Prototype, atau Marvel’s Spider-Man. Pemain bisa mengganti senjata dan berinteraksi dengan lingkungan seperti dalam game GTA.
Sebaliknya, Neverness to Everness mengusung sistem karakter berganti seperti Tower of Fantasy. Pemain bisa menukar karakter secara cepat di tengah pertarungan untuk mengaktifkan skill khusus. Elemen-elemen RPG seperti level, elemen karakter, dan progression juga menjadi bagian utama dari gameplay-nya.
Sistem Gerak: Kebebasan Ananta vs Mekanik Unik NTE
Perbedaan besar lain terlihat dari sistem pergerakan karakter. Ananta menawarkan mobilitas ekstrem di dunia terbuka. Pemain dapat berlari, melompat, mengendarai kendaraan, hingga berayun di antara gedung layaknya Spider-Man. Mekanik ini memberi sensasi eksplorasi yang bebas dan seru.
Sementara itu, Neverness to Everness memiliki mekanik unik di mana karakter bisa berjalan di dinding dan atap menggunakan teknologi sepatu magnet. Walau tidak sefleksibel Ananta, sistem ini memberi nuansa futuristik yang khas dan mendukung gaya bertarung vertikal.
Sistem Gacha dan Monetisasi: Dua Pendekatan Berbeda
Kedua game sama-sama mengusung model Free-to-Play, namun sistem monetisasinya berbeda. Neverness to Everness memiliki fitur gacha karakter, dengan banner dan sistem pity seperti game RPG modern lainnya. Setiap pembaruan akan menghadirkan karakter baru dengan kemampuan unik.
Sebaliknya, Ananta mengambil pendekatan non-gacha, di mana semua karakter bisa dibuka melalui progres bermain. Sistem pembelian hanya berlaku untuk kosmetik atau tampilan karakter.
Ananta vs Neverness to Everness: Dua Dunia, Dua Pengalaman
Baik Ananta maupun Neverness to Everness menawarkan pengalaman open-world yang berbeda. Ananta unggul dalam kebebasan gerak dan aksi cepat, sementara Neverness to Everness menonjol dengan sistem RPG dan visual menawan.
Bagi pemain yang menyukai aksi eksploratif, Ananta akan terasa lebih seru. Namun bagi penggemar RPG dan cerita mendalam, Neverness to Everness bisa menjadi pilihan utama. Apa pun pilihanmu, keduanya sama-sama menjanjikan pengalaman bermain yang memukau.
“Baca Juga: Mount dan Sesko Bersinar, Amorim Temukan Formula Baru MU“






