VOXSULUT – Turnamen Honor of Kings atau HOK di China mencatat sejarah baru di dunia Esports. Ajang bertajuk Kings Pro League (KPL) 2025 resmi meraih penghargaan Guinness World Record sebagai turnamen Esports dengan jumlah penonton offline terbanyak di dunia.
Pencapaian ini terjadi pada babak Grand Final KPL 2025 yang berhasil menarik 62.196 penonton ke stadion. Angka tersebut menjadikan KPL sebagai ajang Esports dengan kehadiran penonton langsung terbesar sepanjang sejarah.
“Baca Juga: Marvel dan Insomniac Games Perpanjang Kerja Sama Besar“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Momen Spesial di Ulang Tahun Ke-10 Honor of Kings
KPL tahun ini berlangsung sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan 10 tahun peluncuran game Honor of Kings di China. Penyelenggara menyiapkan acara besar untuk menandai satu dekade perjalanan game ini. Mereka juga bertekad menjadikan turnamen ini sebagai ajang yang memecahkan rekor dunia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, panitia memilih Beijing National Stadium atau yang dikenal sebagai Bird’s Nest sebagai lokasi utama. Stadion ini sebelumnya digunakan untuk upacara pembukaan Olimpiade 2008 dan memiliki kapasitas sekitar 80.000 kursi.
Tiket Habis dalam Waktu Kurang dari Satu Menit
Antusiasme penggemar Esports di China benar-benar luar biasa. Dalam waktu kurang dari satu menit setelah penjualan dibuka, 60.000 tiket langsung terjual. Jumlah itu mencapai sekitar 78 persen dari total kapasitas stadion.
Fakta ini memperlihatkan betapa kuatnya daya tarik Honor of Kings di pasar domestik. Banyak penggemar rela datang dari berbagai kota hanya untuk menyaksikan pertandingan puncak secara langsung.
Pihak penyelenggara juga menyiapkan panggung megah, efek visual spektakuler, dan tata cahaya sinematik. Semua elemen ini menghadirkan pengalaman Esports kelas dunia yang setara dengan konser musik atau ajang olahraga besar.
Esports China Tunjukkan Skala Industri yang Mengesankan
Keberhasilan KPL 2025 membuktikan bahwa industri Esports di China memiliki basis penggemar yang sangat besar. Lebih dari sekadar hiburan, Esports kini menjadi bagian penting dari budaya populer di negara tersebut.
Selain itu, rekor ini juga memperlihatkan kemampuan China dalam menggelar acara Esports berskala besar dengan manajemen yang profesional. Banyak analis industri menilai bahwa pencapaian ini akan mendorong pertumbuhan Esports global dalam beberapa tahun ke depan.
Mengalahkan Rekor Sebelumnya dari PES dan League of Legends
Rekor KPL 2025 mengalahkan beberapa pencapaian besar sebelumnya di dunia Esports. Sebelumnya, rekor jumlah penonton offline terbanyak dipegang oleh acara PES 2016 UEFA Euro Fans Event di Paris. Acara tersebut mencatat sekitar 45.000 penonton.
Namun, banyak pihak tidak menganggap acara itu sebagai turnamen Esports murni karena sebagian besar penontonnya hadir untuk menonton pertandingan Euro 2016, bukan turnamennya.
KPL 2025 juga menyalip rekor League of Legends World Championship 2017, yang digelar di lokasi yang sama, Beijing National Stadium, dengan jumlah penonton sekitar 40.000 orang.
Dengan pencapaian baru ini, Honor of Kings resmi memegang gelar turnamen Esports dengan jumlah penonton langsung terbanyak di dunia.
Kesimpulan: Bukti Kekuatan Komunitas Esports di China
Pencapaian luar biasa KPL 2025 menjadi bukti bahwa Esports telah tumbuh menjadi fenomena global yang nyata. Di China, Honor of Kings bukan hanya sekadar game, tetapi juga simbol kebanggaan nasional dan semangat kompetisi modern.
Dengan rekor baru ini, KPL tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga membuka babak baru bagi masa depan Esports dunia. Dukungan luar biasa dari penggemar menunjukkan bahwa Esports kini setara dengan olahraga konvensional dalam hal popularitas dan skala acara.
Turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kompetitif dan dedikasi komunitas mampu mencetak sejarah di panggung dunia.
“Baca Juga: Laga Arab Saudi vs Mali Jadi Penentu Nasib Indonesia U-17“






