VOXSULUT – Ubisoft Lakukan Perombakan Besar pada Awal 2026
Ubisoft mengambil langkah besar pada awal tahun 2026.
Perusahaan asal Prancis ini melakukan perombakan besar struktur internal.
Selain itu, Ubisoft juga membatalkan beberapa proyek game penting.
Sebelumnya, Ubisoft mengumumkan kerja sama strategis dengan
Tencent.
Kedua perusahaan membentuk studio baru bernama Vantage Studios.
Studio tersebut dirancang untuk menangani sejumlah waralaba utama Ubisoft.
“Baca Juga: Bocoran Footage Project Blackbird Gegerkan Gamer“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Ubisoft Umumkan Reset Operasional dan Portofolio
Ubisoft menyampaikan pengumuman resmi melalui situs perusahaan.
Manajemen menyebut langkah ini sebagai reset operasional menyeluruh.
Tujuan utama perombakan ini adalah mengembalikan pertumbuhan jangka panjang.
Ubisoft ingin membangun struktur yang lebih sederhana dan fokus.
Perusahaan menetapkan tiga pilar utama perubahan.
Pertama, Ubisoft memperkenalkan model operasional baru.
Kedua, Ubisoft menyusun ulang portofolio dengan peta jalan tiga tahun.
Ketiga, Ubisoft menyesuaikan ulang pengukuran dan struktur organisasi.
Melalui langkah ini, Ubisoft berharap proses pengembangan berjalan lebih efektif.
Fokus Baru ke Creative House dan Game Unggulan
Ubisoft kini memusatkan pengembangan melalui konsep “Creative House”.
Setiap Creative House memegang tanggung jawab kreatif dan finansial.
Selain itu, Ubisoft memprioritaskan game petualangan dunia terbuka.
Perusahaan juga tetap mengembangkan layanan game berkelanjutan.
Namun, perubahan ini membawa dampak besar.
Ubisoft membatalkan enam game yang sedang dikembangkan.
Salah satu pembatalan terbesar adalah
Prince of Persia: The Sands of Time Remake.
Sebelumnya, Ubisoft menunda game ini hingga Maret 2026.
Keputusan ini mengejutkan banyak penggemar lama.
Lima Creative House Jadi Fondasi Baru Ubisoft
Ubisoft kini berfokus pada lima Creative House utama.
Struktur ini menggantikan jaringan studio global sebelumnya.
Akibatnya, Ubisoft menutup beberapa studio.
Studio yang tutup termasuk Ubisoft Halifax dan Ubisoft Stockholm.
Selain itu, Ubisoft juga melakukan pengurangan karyawan.
Studio di Abu Dhabi, RedLynx, dan Massive Entertainment terdampak langkah ini.
Setiap Creative House kini mengelola waralaba tertentu.
Pendekatan ini bertujuan memperkuat fokus dan konsistensi pengembangan.
Vantage Studios Pimpin Creative House Pertama
Creative House pertama adalah
Vantage Studios.
Ubisoft membangun studio ini bersama Tencent.
Vantage Studios menangani Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.
Creative House kedua mengelola The Division, Ghost Recon, dan Splinter Cell.
>Creative House ketiga menangani For Honor, The Crew, dan Riders Republic.
Creative House keempat memegang Anno, Rayman, dan Prince of Persia.
>Creative House kelima fokus pada Just Dance dan berbagai game kasual.
Pembagian ini memberi arah kerja yang lebih jelas.
Ubisoft Kembangkan IP Baru di Tengah Perubahan
Di tengah perombakan, Ubisoft tetap mengembangkan konten baru.
Perusahaan mengonfirmasi pengembangan empat IP baru.
Salah satu judul yang diperkenalkan adalah March of Giants.
Namun, Ubisoft belum membagikan detail lebih lanjut.
Ke depan, Ubisoft berharap struktur baru mendorong inovasi.
Hasil dari strategi ini akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang.
“Baca Juga: Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona Liga Champions“






