VOXSULUT – Manajemen Digital Realty Bersama atau DRB menilai peningkatan panas dari pusat data menjadi tantangan serius. Pertumbuhan teknologi berbasis kecerdasan buatan membuat kebutuhan komputasi terus meningkat.
Akibatnya, perangkat di pusat data bekerja lebih keras dan menghasilkan suhu lebih tinggi. DRB menyebut kondisi ini harus segera diantisipasi melalui sistem pengelolaan panas yang tepat.
“Baca Juga: EV-4 UGM Juara di Malaysia, Bukti Inovasi Mobil Listrik“
AI Meningkatkan Beban Panas Pusat Data
Pusat data AI membutuhkan daya komputasi sangat besar. Server, penyimpanan data, dan GPU bekerja tanpa henti untuk memproses informasi.
Karena itu, perangkat menghasilkan panas dalam jumlah besar setiap hari. Selain perangkat utama, sistem distribusi listrik juga ikut menghasilkan panas tambahan.
Studi dari University of Cambridge pada April 2026 menunjukkan peningkatan suhu di sekitar fasilitas pusat data. Penelitian tersebut mengaitkan konsumsi energi tinggi dengan kenaikan suhu kawasan perkotaan.
Pusat Data Ikut Dorong Urban Heat Island
Aktivitas pusat data ikut memperkuat fenomena urban heat island atau UHI. Fenomena ini membuat suhu perkotaan lebih panas dibanding wilayah sekitar.
Sebelumnya, UHI biasanya muncul akibat banyaknya gedung dan permukaan beton di kota. Beton dan aspal menyerap panas saat siang lalu melepaskannya kembali.
Kini, pusat data juga menjadi salah satu faktor tambahan yang meningkatkan suhu kawasan urban. Terutama karena kebutuhan pendinginan terus bertambah.
DRB Gunakan Sistem Pendingin Khusus
DRB menerapkan sistem sirkulasi tertutup untuk mengendalikan suhu di dalam bangunan. Sistem ini membantu menangkap dan mengelola panas dari server.
Selain itu, perusahaan memakai pendingin terarah agar udara dingin hanya mengalir ke perangkat tertentu. Cara ini membantu mengurangi pemborosan energi.
DRB juga mengoperasikan kabut air bertekanan rendah di area atap dan sudut bangunan. Sistem tersebut membantu menurunkan suhu udara sekitar gedung.
Selain menurunkan panas, metode ini juga membantu mengurangi debu di sekitar fasilitas.
DRB Kelola Dua Pusat Data di Jakarta
DRB saat ini mengoperasikan dua kompleks pusat data di Jakarta. Fasilitas pertama berada di Cawang, Jakarta Timur, dengan kapasitas 5 megawatt.
Sementara itu, fasilitas kedua berada di Jakarta Barat dengan kapasitas 1,5 megawatt. Kedua pusat data tersebut mendukung kebutuhan komputasi digital yang terus berkembang.
Perusahaan juga memastikan infrastruktur mereka memenuhi standar bangunan ramah lingkungan LEED Gold. Sertifikasi ini menilai efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan.
Cara Pusat Data AI: Bisnis Pusat Data AI Diprediksi Terus Tumbuh
Direktur Bisnis DRB, Andha Yudha Permana, memperkirakan bisnis pusat data AI di Indonesia akan tumbuh pesat.
Menurutnya, kapasitas pusat data AI nasional saat ini sudah mencapai 500 megawatt. Angka tersebut diperkirakan meningkat dua kali lipat hingga akhir tahun.
Ketua Umum Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia, Teddy Sukardi, juga menilai industri terus mencari cara menekan panas pusat data.
Ia menegaskan perusahaan teknologi tetap memikirkan langkah mitigasi agar operasional pusat data lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Baca Juga: Link Live Streaming Everton vs Man City di Vidio“






