VOXSULUT – Cara Sehat Minum Kopi: Banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi. Namun, penderita GERD sering merasakan keluhan setelah meminumnya.
Gejalanya berupa nyeri dada, rasa panas di kerongkongan, hingga asam lambung naik.
Kopi mengandung kafein dan asam yang dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Selain itu, kafein dapat melemahkan otot di kerongkongan bawah yang menahan asam lambung.
Jika otot ini melemah, asam lebih mudah naik dan menimbulkan keluhan.
“Baca Juga: Cegah Stroke dengan Deteksi Dini DSA, Begini Penjelasannya“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Pilih Kopi Rendah Asam atau Decaf
Penderita GERD sebaiknya memilih kopi rendah asam atau kopi tanpa kafein.
Jenis kopi ini lebih ramah lambung dan tidak terlalu memicu refluks.
Menggantikan kopi biasa dengan decaf dapat menurunkan risiko asam lambung berlebih.
Meski begitu, setiap orang perlu mencoba perlahan karena reaksi tubuh bisa berbeda.
Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong
Kopi yang diminum tanpa makanan bisa memicu peningkatan asam lambung.
Kondisi ini membuat gejala GERD lebih mudah muncul dan terasa lebih berat.
Lebih baik minum kopi setelah sarapan ringan yang rendah lemak dan tidak pedas.
Dengan cara ini, lambung tidak terlalu teriritasi oleh asam kopi.
Batasi Jumlah dan Konsentrasi Kopi
Minum kopi terlalu banyak atau terlalu pekat bisa memperparah gejala GERD.
Cobalah mengurangi jumlahnya menjadi satu cangkir kecil per hari.
Selain itu, kurangi kepekatan seduhan agar kandungan asam dan kafein lebih rendah.
Langkah kecil ini dapat membantu penderita tetap menikmati kopi tanpa gangguan berlebihan.
Tambahkan Susu Rendah Lemak atau Nabati
Susu rendah lemak atau susu nabati dapat menurunkan tingkat keasaman kopi.
Kopi terasa lebih ringan dan tidak terlalu membebani lambung.
Hindari susu penuh lemak karena memperlambat pengosongan lambung.
Jika pengosongan lambung melambat, risiko naiknya asam lambung semakin besar.
Hindari Kombinasi dengan Pemicu Lain
Kopi yang diminum bersama alkohol, makanan berlemak, atau cokelat dapat memperparah GERD.
Tomat dan minuman berkarbonasi juga termasuk pemicu yang sebaiknya dihindari.
Menghindari kombinasi ini membantu mengurangi risiko refluks lebih cepat muncul.
Dengan begitu, tubuh lebih nyaman setelah minum kopi.
Atur Waktu Minum Kopi dengan Bijak
Minum kopi sebelum tidur meningkatkan risiko refluks di malam hari.
Sebaiknya beri jeda 2–3 jam antara waktu minum kopi dan waktu berbaring.
Jika gejala sering muncul saat malam, coba naikkan posisi kepala tempat tidur.
Kebiasaan ini dapat mengurangi asam lambung naik saat tidur.
Cara Sehat Minum Kopi: Konsultasi dengan Dokter Jika Gejala Berlanjut
Jika berbagai cara belum mengurangi keluhan, segera konsultasi dengan dokter.
Dokter dapat memberikan obat penurun asam lambung sesuai kondisi tubuh Anda.
Setiap orang memiliki respon berbeda, jadi penting menyesuaikan cara penanganan.
Dengan pengaturan pola minum kopi dan perawatan medis, gejala GERD bisa lebih terkendali.
“Baca Juga: Prediksi CIES: Liverpool Favorit Juara Liga Inggris 2025/26“





