VOXSULUT – Ubisoft mengubah struktur internal perusahaan dan membagi franchise ke beberapa Creative House.
Perusahaan ingin mempercepat produksi dan memperjelas tanggung jawab tiap tim.
Namun, perubahan ini langsung memicu pembatalan enam proyek game.
Langkah tersebut muncul setelah manajemen mengevaluasi performa studio dan arah bisnis.
Selain itu, perusahaan juga ingin menekan risiko finansial dari proyek besar.
Akibatnya, beberapa game yang sudah lama dikembangkan harus berhenti total.
“Baca Juga: Resident Evil 5 Remake Diduga Masuk Produksi“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Prince of Persia Remake Resmi Dihentikan
Prince of Persia: The Sands of Time Remake menjadi proyek paling mengejutkan yang dibatalkan.
Ubisoft sempat merencanakan rilis game ini pada 2026.
Namun, perusahaan menghentikan proyek tersebut setelah evaluasi internal.
Sebelumnya, proyek ini sempat mengalami pergantian studio pengembang.
Ubisoft juga menunda rilis beberapa kali karena masalah kualitas.
Kini, perusahaan memilih menghentikan pengembangan sepenuhnya.
Keputusan ini mengecewakan penggemar yang menunggu versi modern dari seri klasik tersebut.
Meski begitu, Ubisoft menganggap langkah ini perlu untuk stabilitas jangka panjang.
Project Ether dan Penutupan Studio Halifax
Ubisoft juga membatalkan Project Ether yang mulai dikembangkan sejak 2019.
Tim awal merancang game ini dengan konsep baru.
Namun, perusahaan memindahkan proyek ke Ubisoft Halifax setelah perubahan arah.
Sayangnya, Ubisoft menutup studio Halifax dan menghentikan proyek tersebut.
Keputusan ini menunjukkan fokus perusahaan pada efisiensi biaya.
Selain itu, manajemen ingin mengurangi proyek yang berisiko tinggi.
Dua Proyek Shooter Ikut Gugur
Ubisoft membatalkan Project Pathfinder atau Project U.
Game ini mengusung konsep shooter dengan elemen PvPvE.
Konsep tersebut mirip dengan ARC Raiders.
Selain itu, Ubisoft juga menghentikan Project Crest.
Tim mengembangkan game ini sebagai extraction shooter bertema Perang Dunia II.
Namun, perusahaan memilih menghentikan pengembangan sebelum masuk tahap lanjutan.
Keputusan ini menunjukkan Ubisoft ingin mengurangi eksperimen di genre shooter kompetitif.
Perusahaan tampaknya ingin fokus pada franchise utama yang lebih stabil.
Dua Game Assassin’s Creed Mobile Ikut Terdampak
Ubisoft menghentikan dukungan untuk Assassin’s Creed Rebellion.
Game mobile ini resmi tutup setelah beberapa tahun beroperasi.
Selain itu, perusahaan juga membatalkan Assassin’s Creed Singularity sebelum rilis.
Padahal, proyek ini dirancang sebagai game mobile baru dalam franchise tersebut.
Langkah ini menunjukkan Ubisoft mengevaluasi ulang strategi mobile mereka.
Perusahaan ingin memusatkan sumber daya ke proyek yang lebih menjanjikan.
Ubisoft Batalkan 6 Game: Dampak Perombakan dan Tekanan Internal
Dalam delapan tahun terakhir, Ubisoft membatalkan sekitar 25 proyek game.
Salah satunya termasuk proyek multiplayer dari franchise Assassin’s Creed.
Perombakan ini memicu pro dan kontra di dalam perusahaan.
Serikat pekerja mendesak pimpinan untuk mundur.
Mereka menilai kebijakan ini berdampak besar pada karyawan.
Beberapa pekerja bahkan mulai mencari peluang kerja lain.
Situasi ini menambah tekanan pada manajemen perusahaan.
Meski demikian, Ubisoft masih memiliki proyek besar yang dinanti.
Salah satunya adalah Assassin’s Creed IV: Black Flag Remake yang mengalami penundaan.
Kini, publik menunggu apakah strategi baru ini akan memperbaiki kondisi perusahaan.
Ubisoft harus membuktikan bahwa perombakan ini membawa hasil nyata.
“Baca Juga: Atletico Bungkam Barcelona, Alvarez Bangkit“






