Persaingan AI Meningkat, Alphabet dan Meta Genjot Investasi Besar-Besaran

Teknologi954 Dilihat

Kehadiran DeepSeek semakin memicu perusahaan teknologi Barat untuk berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Alphabet, induk Google, menjadi salah satu perusahaan yang agresif dalam pengembangan AI dengan menganggarkan puluhan miliar dolar untuk mempercepat inovasi di bidang ini.

Dalam konferensi keuangan terbaru, CEO Alphabet Sundar Pichai bahkan memuji DeepSeek, menyebut produk mereka sebagai sesuatu yang luar biasa.

Alphabet mengumumkan rencana peningkatan belanja modal (capex) hingga USD 75 miliar (sekitar Rp 1.223 triliun) untuk proyek AI mereka. Sebagai perbandingan, pada tahun 2023, perusahaan ini menghabiskan USD 32,3 miliar untuk belanja modal, sehingga lonjakan investasi tahun ini sangat signifikan.

“Salah satu alasan kami sangat antusias dengan peluang AI adalah karena kami tahu dapat mendorong berbagai use case luar biasa. Biaya penggunaan AI akan terus menurun, yang berarti lebih banyak aplikasi bisa dikembangkan,” kata Pichai, dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/2/2025).

Investasi ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis Google yang terus meningkat.

Pendapatan perusahaan naik 12% dari tahun ke tahun menjadi USD 96,5 miliar, dengan bisnis Google Cloud mengalami peningkatan 10% menjadi USD 12 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan tinggi terhadap infrastruktur AI dan solusi AI generatif.

Sementara itu, anggaran AI yang sangat besar menjadi perhatian setelah DeepSeek berhasil mengembangkan model AI dengan biaya hanya USD 5,5 juta. Efeknya cukup signifikan, bahkan sempat membuat saham Nvidia turun karena ada asumsi bahwa model AI yang lebih murah dapat mengurangi permintaan terhadap chip AI dan pusat data.

Tidak hanya Alphabet, Meta juga turut meningkatkan investasinya dalam AI. CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengungkapkan bahwa perusahaannya akan mengalokasikan lebih dari USD 60 miliar pada tahun 2025 untuk belanja modal, terutama untuk pembangunan pusat data.

Persaingan AI global semakin ketat, dengan perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba mengamankan posisi mereka di era kecerdasan buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *