Jenis Rokok Menentukan Risiko Letak Kanker di Tubuh

Kesehatan891 Dilihat

VOXSULUT – Jenis Rokok Menentukan Risiko Letak Kanker: Kebiasaan merokok menjadi faktor risiko utama munculnya kanker paru. Konsumsi jenis rokok tertentu dapat menyebabkan jenis kanker paru yang berbeda berkembang.

“Baca Juga: Cara Menghindari Burnout Akibat Stres Kerja“

Setiap jenis rokok menghasilkan karakter asap berbeda. Asap inilah yang menentukan letak dan tipe kanker paru pada perokok.


Rokok Kretek Picu Kanker di Saluran Pernapasan Besar

Dokter spesialis paru, dr. Sita Laksmi Andarini Sp.P(K), menjelaskan perbedaan efek dari jenis rokok. Rokok kretek atau nonfilter menghasilkan asap kasar dan berat.

Asap ini cenderung menempel di saluran pernapasan besar seperti bronkus. Akibatnya, perokok kretek lebih berisiko mengalami kanker paru jenis karsinoma sel skuamosa (SCC).

SCC berkembang di bagian bronkus besar. Risiko akan meningkat jika seseorang merokok dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama.


Rokok Filter Sebabkan Kanker di Jaringan Paru Perifer

Jenis rokok filter menghasilkan partikel halus yang bisa masuk lebih dalam ke jaringan paru. Asap halus ini menjangkau bagian perifer paru yang lebih kecil dan dalam.

Menurut dr. Sita, kondisi ini memicu munculnya kanker adenokarsinoma. Dokter sering menemukan jenis kanker ini di jaringan paru bagian tepi.

Semakin lama seseorang merokok filter, semakin tinggi risiko terkena adenokarsinoma. Usia saat mulai merokok juga berperan penting dalam meningkatkan risikonya.


Jumlah dan Durasi Merokok Meningkatkan Risiko Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker paru meningkat seiring jumlah dan durasi merokok. Dokter menilai risiko merokok dengan satuan pack-years yang menghitung jumlah bungkus rokok per hari dan tahun merokok.

Semakin tinggi angka pack-years, semakin besar peluang terkena SCC dan kanker paru sel kecil (SCLC). Risiko jauh lebih tinggi jika seseorang mulai merokok sejak usia muda.

Remaja yang merokok sejak dini meningkatkan risiko terkena kanker paru lebih cepat daripada perokok dewasa.


Rokok Elektrik dan Vape Tidak Lebih Aman

Saat ini, generasi muda lebih memilih vape atau rokok elektrik. Mereka menganggap vape sebagai alternatif rokok yang lebih aman.

Namun menurut dr. Sita, anggapan tersebut keliru. Vape justru bisa mengandung nikotin lebih tinggi dibandingkan rokok biasa.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pengguna shisha bisa memiliki kadar nikotin dalam urine 50 kali lebih tinggi dari perokok biasa. Nikotin berlebih meningkatkan risiko kerusakan paru secara signifikan.


WHO Tidak Menganjurkan Vape untuk Berhenti Merokok

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan bahwa vape bukan alat bantu untuk berhenti merokok. Kandungan beracun di dalamnya tetap bisa merusak paru-paru.

Vape berisiko menimbulkan efek jangka panjang yang mirip dengan rokok konvensional. Oleh karena itu, vape tidak bisa dianggap aman meski memiliki aroma buah atau permen.

Vape tetap mengandung zat kimia yang bisa memicu kanker paru seperti rokok biasa.


Deteksi Dini Kanker Paru Bisa Menyelamatkan Nyawa

Kanker paru sering tidak menunjukkan gejala hingga masuk stadium lanjut. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Kelompok berisiko meliputi perokok aktif, perokok pasif, orang dengan riwayat kanker, dan penderita batuk lebih dari dua minggu.

dr. Sita menyarankan pemeriksaan menggunakan metode LDCT atau Low Dose CT Scan. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi benjolan kecil sebelum menjadi kanker stadium lanjut.

LDCT lebih akurat dibanding rontgen dada biasa yang hanya mendeteksi benjolan besar.


Pemeriksaan LDCT Efektif Kurangi Risiko Kematian

LDCT menggunakan dosis radiasi rendah dan aman untuk digunakan. Pemeriksaan ini tersedia di rumah sakit tipe C ke atas.

Dengan LDCT, dokter bisa menemukan nodul kecil yang berpotensi menjadi kanker. Jika terdeteksi lebih awal, kanker paru bisa ditangani sebelum menyebar.

Metode ini terbukti menurunkan tingkat kematian akibat kanker paru hingga 24 persen.


Kesimpulan: Jenis Rokok Menentukan Risiko Letak Kanker

Jenis rokok menentukan jenis dan letak kanker paru yang berkembang. Rokok kretek, filter, maupun vape memiliki risiko tersendiri.

“Baca Juga: CPIN Bagikan Dividen Rp1,77 T, Konsisten 5 Tahun“

Pemeriksaan dini dengan LDCT sangat dianjurkan untuk kelompok berisiko tinggi. Deteksi dini menjadi kunci utama mencegah kanker paru stadium lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *