Wamenkes Dorong Pemeriksaan Rutin Lansia untuk Cegah Penyakit

Kesehatan341 Dilihat

VOXSULUT Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 pada Kamis (6/11/2025). Dalam kunjungan itu, Dante meninjau langsung kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia. Ia menyampaikan bahwa program ini telah mencatat 54 juta peserta terdaftar, dan 51 juta di antaranya sudah mendapat layanan.

Dante menjelaskan capaian tersebut sudah melampaui target awal. Kementerian Kesehatan sebelumnya menargetkan 50 juta orang terlayani hingga Desember 2025. “Kami bersyukur karena capaian ini melebihi harapan,” ujar Dante di sela kunjungan.

“Baca Juga: Waspadai Leptospirosis, Penyakit Berbahaya Usai Banjir“


Pemeriksaan Kesehatan Dilanjutkan oleh Puskesmas

Dante menegaskan bahwa puskesmas akan menindaklanjuti setiap hasil pemeriksaan. Petugas memberikan obat sesuai kondisi kesehatan masing-masing lansia. Ia menjelaskan bahwa tindak lanjut ini menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan terpadu.

Menurut Dante, program pemeriksaan kesehatan gratis memiliki tujuan yang jelas. Pemerintah ingin memastikan setiap lansia mendapat penanganan cepat dan tepat. Dengan langkah ini, Kementerian Kesehatan berupaya menekan risiko penyakit kronis sejak tahap awal.


Dua Pilar Utama Program Pemeriksaan Lansia

Dante memaparkan bahwa program pemeriksaan ini memiliki dua pilar utama. Pilar pertama adalah pengobatan penyakit yang ditemukan pada peserta. Pilar kedua adalah promosi kesehatan melalui edukasi kepada masyarakat.

“Setelah pemeriksaan, kami tidak berhenti pada pengobatan. Kami juga ingin masyarakat tahu cara menjaga kesehatan,” jelasnya. Ia berharap edukasi tersebut bisa meningkatkan kesadaran pentingnya gaya hidup sehat, terutama bagi warga lanjut usia.


Masalah Umum Lansia: Kurang Aktivitas dan Mobilitas

Dante menemukan beberapa masalah umum saat memeriksa lansia di panti sosial. Banyak lansia kurang beraktivitas fisik. Mereka juga sering mengalami gangguan mobilitas seperti mudah jatuh serta menghadapi masalah gigi seperti karies.

“Lansia perlu tetap aktif. Aktivitas ringan seperti berjalan atau senam bisa menjaga kebugaran,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya perawatan gigi dan asupan makanan seimbang untuk mendukung kesehatan mereka.


Hipertensi Jadi Penyakit Paling Banyak Ditemukan

Dante menjelaskan bahwa hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak menyerang lansia di Indonesia. Jumlahnya mencapai 37 persen dari seluruh populasi lansia. Banyak lansia tidak menyadari penyakit ini karena gejalanya sering tidak terasa.

Program pemeriksaan gratis membantu mendeteksi hipertensi sejak dini. Deteksi awal menurunkan biaya pengobatan dan mencegah munculnya komplikasi. Dante menegaskan bahwa masyarakat harus memilih pencegahan karena cara itu lebih murah dan lebih efektif dibanding pengobatan.


Cerita Ariyah, Lansia yang Senang Diperiksa

Salah satu lansia bernama Ariyah (60) merasa senang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darahnya cukup tinggi. Meski begitu, Ariyah tetap menjaga aktivitas harian seperti menyapu dan berjalan ringan di sekitar panti.

Ia juga mengikuti pola makan teratur yang disediakan pihak panti sosial dan rutin minum obat untuk mengendalikan kadar gula. “Saya merasa lebih tenang karena diperiksa dan tahu kondisi tubuh saya,” ujarnya dengan senyum bahagia.


Wamenkes Pemeriksaan Rutin Lansia: Pemerintah Dorong Lansia Lebih Aktif dan Sehat

Dante berharap program ini mendorong para lansia untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Ia ingin panti sosial menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menjaga kebugaran usia lanjut. “Kami ingin lansia Indonesia hidup sehat, aktif, dan mandiri,” tutupnya.

“Baca Juga: Barcelona Terselamatkan dari Kekalahan Usai Imbangi Club Brugge 3-3“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *