VOXSULUT – Trio GJLS, yang terdiri dari Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, akhirnya menembus dunia film. Setelah sukses di panggung stand up, YouTube, dan podcast, mereka kini tampil di layar lebar.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru Update Review Movie, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
“Baca Juga: Film Keluarga “Super Irit” Dengan 3 Fakta Menariknya“
GJLS Ibuku Ibu-Ibu: Komedi Segar dan Absurd
Film berjudul GJLS Ibuku Ibu-Ibu menyajikan kisah absurd dan penuh tawa. Ketiga bersaudara masih larut dalam duka kepergian ibu. Ketika ayah hendak menikah lagi, mereka bersatu menggagalkan rencana itu. Namun, usaha mereka justru menimbulkan kekacauan baru.
Produksi dan Sutradara Berpengalaman
Amadeus Sinemagna dan Legacy Pictures memproduksi film ini. Selanjutnya, sutradara Monty Tiwa mengarahkan seluruh proses. Sebelumnya, Monty sukses dengan film komedi dan drama populer. Karena itu, ia berpeluang meramu energi liar GJLS menjadi tontonan kocak dan menggugah.
Alur Cerita yang Menggelitik
Premis utama menyorot ketiganya berkolaborasi demi urungnya pernikahan ayah. Mereka menyusun strategi konyol, mulai menyamar hingga menyabotase acara lamaran. Selain itu, rencana itu gagal karena ayah justru bertemu penipu wanita. Akibatnya, kekayaan keluarga perlahan terkuras secara dramatis. Oleh karena itu, film ini menekankan komedi situasional dan dialog satir khas GJLS.
Chemistry Trio di Layar Lebar
Rigen, Ananta, dan Hifdzi menampilkan chemistry yang solid. Mereka saling melengkapi lewat improvisasi jenaka dan momen komikal. Selain itu, ketiganya menyuntikkan energi panggung stand up ke setiap adegan. Akibatnya, komedi terasa segar dan spontan.
Peran Pemeran Pendukung
Luna Maya memerankan karakter kawan dekat keluarga Sukaharta. Nadya Arina tampil sebagai sahabat cream of the crop yang lucu. Bucek Depp membuktikan fleksibilitasnya lewat peran ayah jenaka. Oleh karena itu, kehadiran mereka menambah lapisan humor dan emosi.
GJLS Entertainment Siap Berkibar
Selain kembali ke panggung film, GJLS memanfaatkan momentum ini. Mereka mendirikan GJLS Entertainment sebagai rumah produksi mandiri. Dengan demikian, GJLS menunjukkan komitmen merambah berbagai platform. Selain film, mereka siap menghadirkan konten orisinal di kanal digital.
Pesan Moral di Balik Tawa
Meskipun mengusung komedi absurd, film ini menyelipkan pesan kekompakan keluarga. Ketiga bersaudara belajar bahwa cinta dan kerja sama mengalahkan kesedihan. Oleh karena itu, penonton tak hanya tertawa, tetapi juga merenung.
Tantangan dan Harapan
Transisi GJLS ke layar lebar membawa tantangan baru. Mereka dituntut menyesuaikan tempo film dan kebutuhan narasi. Namun, pengalaman digital membantu GJLS tetap autentik. Karena itu, film ini layak dinantikan oleh penggemar lama dan baru.
GJLS Ibuku Ibu-Ibu sudah tayang di bioskop sejak [tanggal tayang]. Bagi Anda yang mencari komedi keluarga segar, film ini patut masuk daftar liburan. Jangan lewatkan aksi kocak Rigen, Ananta, dan Hifdzi di layar perak!








