Pintu Project dan Jawara Film Gelar Pemutaran Film Spesial

Film561 Dilihat

VOXSULUT – Komunitas film Pintu Project dari Situbondo bekerja sama dengan Jawara Film dari Jember untuk mengadakan pemutaran film pendek. Acara bertajuk Dua Film, Satu Rasa, Satu Malam ini berlangsung di Hotel Grand Valonia, Jember, pada 24 Juni 2026.

“Baca Juga: Agnez Mo dan Anggun Bakal Adu Akting dengan Artis Internasional“


Hadirkan Dua Film dengan Tema Perundungan

Uwan Urwan, tim pelaksana acara, menyampaikan bahwa dua film dalam acara tersebut sama-sama mengangkat isu bullying secara langsung. Film pertama berjudul Lastarè (2025), produksi Pintu Project. Film kedua berjudul WRAPPED (2025), produksi Jawara Film.

“Acara ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi,” kata Uwan, Sabtu (21/6/2025), “tetapi juga membuka diskusi antara sineas, pelaku budaya, dan masyarakat umum.”

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru Update Review Movie, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.


Lastarè: Puisi Visual dari Situbondo

Sutradara Dinda Septi W.H. mengarahkan Lastarè dengan pendekatan budaya lokal Situbondo. Film ini menggunakan narasi puisi berbahasa Madura sebagai penutur cerita.

Kisahnya berfokus pada seorang anak yang kehilangan ibu dan mengalami tekanan mental dari keluarga serta lingkungannya. Film ini menggambarkan isu perundungan di sekolah melalui sudut pandang yang emosional dan puitis.


WRAPPED: Perjalanan Menerima Luka dan Diri Sendiri

Film WRAPPED karya Muhammad Royhan Hariri mengisahkan perjuangan seorang ODGJ yang mencoba pulih dari trauma masa lalu. Sementara itu, film ini juga menyoroti luka emosional akibat bullying serta pentingnya kesadaran terhadap kesehatan mental.

Selain menggambarkan dampak perundungan, kisah ini juga menunjukkan bagaimana seseorang dapat memulihkan diri dan menerima dirinya. Melalui dukungan, keberanian, dan proses penyembuhan yang penuh tantangan, tokoh utama perlahan membangun kembali harapannya.

Edukasi dan Kolaborasi Jadi Tujuan Utama

Pintu Project menyampaikan pesan dalam acara ini bahwa film pendek dapat mengedukasi masyarakat secara efektif dan mudah dipahami. Mereka memilih tema perundungan karena banyak orang masih menganggapnya wajar, padahal perundungan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa bullying, baik verbal maupun fisik, bisa meninggalkan luka mendalam,” ujar Uwan dalam sesi diskusi.


Film Pendek Sebagai Medium Reflektif dan Kolaboratif

Pintu Project berkomitmen membangun ekosistem film lokal yang inklusif dan kolaboratif. Mereka akan menjalankan program distribusi film secara berkelanjutan ke berbagai kota dan komunitas.

“Film pendek bukan sekadar tontonan,” tegas perwakilan Pintu Project. “Kami ingin film pendek menjadi ruang berbagi rasa dan membuka percakapan yang jujur tentang isu sosial.”


Didukung Komunitas Lokal dan Media Partner

Acara ini mendapat dukungan dari Blogger Jember Sueger dan The Jannah Institute sebagai media partner. Dukungan komunitas lokal membuktikan bahwa film bisa menjadi medium penyatu berbagai elemen masyarakat.

Melalui pemutaran seperti ini, Pintu Project dan Jawara Film berharap masyarakat makin peduli pada isu sosial dan tertarik mendukung karya sineas muda daerah.

“Baca Juga: Arab Saudi Kalah Telak dari AS Jelang Hadapi Indonesia“


Penutup: Film untuk Edukasi, Film untuk Bergerak

Dua Film, Satu Rasa, Satu Malam bukan sekadar program pemutaran film. Ini adalah gerakan untuk membangun kesadaran sosial lewat layar. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film bisa menyentuh hati, mengubah pandangan, dan menciptakan percakapan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *