Meta Superintelligence Labs: Langkah Baru Zuckerberg

Teknologi624 Dilihat

VOXSULUT Sebagai langkah awal restrukturisasi besar di Meta, CEO Mark Zuckerberg membentuk unit baru bernama Meta Superintelligence Labs.
Melalui memo internal perusahaan, Zuckerberg menyampaikan keputusan ini secara langsung kepada seluruh karyawan.
Dengan langkah tersebut, ia menegaskan bahwa Meta kini akan fokus penuh pada pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut atau AI superintelligence.

“Baca Juga: Fitur Privasi WhatsApp Terbaru dan Cara Kerjanya“

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.

Meta Gabungkan Semua Tim AI ke Satu Divisi

Sebelumnya, tim-tim AI Meta tersebar di berbagai divisi. Akibatnya, pengembangan teknologi akal imitasi tidak terkoordinasi secara optimal.
Kini, Zuckerberg menyatukan seluruh tim tersebut di bawah Meta Superintelligence Labs.
Dengan demikian, Meta bisa mempercepat riset dan pengembangan AI secara lebih efisien dan terfokus.

Tujuan Meta: Bangun Artificial General Intelligence

Langkah ini menunjukkan ambisi Meta dalam membangun Artificial General Intelligence (AGI).
Zuckerberg percaya AGI akan menjadi fondasi teknologi masa depan. Oleh karena itu, ia memperkuat struktur dan kepemimpinan divisi AI.

Alexandr Wang Jadi Chief AI Officer Meta

Sebagai pemimpin divisi baru, Zuckerberg menunjuk Alexandr Wang. Wang merupakan mantan CEO Scale AI, sebuah perusahaan pelabelan data terkemuka.
Wang akan memimpin seluruh operasional Meta Superintelligence Labs. Ia juga akan bertanggung jawab membentuk arah dan strategi pengembangan AI.

Nat Friedman Pimpin Produk dan Riset Terapan

Selain Wang, Zuckerberg juga mengajak Nat Friedman untuk bergabung. Friedman adalah mantan CEO GitHub dan tokoh penting dalam komunitas teknologi.
Kini, ia akan memimpin pengembangan produk dan riset terapan AI di Meta. Kolaborasi keduanya diharapkan membawa Meta ke level baru dalam dunia AI.

Meta Investasikan US$ 14,3 Miliar ke Scale AI

Untuk mendukung langkah besar ini, Meta menginvestasikan US$ 14,3 miliar ke perusahaan Scale AI pada awal Juli 2025.
Investasi ini memperkuat kolaborasi antara Meta dan Wang, serta membuktikan keseriusan Zuckerberg dalam proyek AI.

Meta Rekrut Peneliti AI dari Kompetitor

Zuckerberg tidak berhenti pada investasi. Ia juga merekrut 11 peneliti AI dari perusahaan besar pesaing Meta.
Beberapa nama penting yang kini bergabung di antaranya adalah:

  • Pei Sun, peneliti senior dari Google DeepMind

  • Joel Pobar, perekayasa AI dari perusahaan Anthropic

Kehadiran mereka memperkuat kapasitas Meta dalam bersaing di industri AI global.

Meta Siap Bersaing dengan OpenAI dan Google

Dengan semua langkah ini, Meta semakin siap menghadapi persaingan dari OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic.
Zuckerberg ingin Meta memimpin dalam pengembangan teknologi AI yang mampu berpikir layaknya manusia.

Kesimpulan: Meta Masuki Babak Baru Teknologi AI

Melalui pembentukan Meta Superintelligence Labs, Mark Zuckerberg memulai babak baru dalam sejarah Meta.
Dengan tim kuat, investasi besar, dan arah yang jelas, Meta siap memimpin revolusi kecerdasan buatan dunia.

“Baca Juga: Jack Grealish Sulit Laku di Bursa Transfer“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *