VOXSULUT – Jenis dan Penyebab Insomnia: Insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang sulit memulai, mempertahankan, atau mendapatkan tidur berkualitas. Kondisi ini memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Penderitanya dapat mengalami sulit tidur sejak awal malam, terbangun di tengah malam, atau bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali.
Menurut WebMD, insomnia dapat bersifat sementara (akut) atau berkepanjangan (kronis). Insomnia akut biasanya berlangsung dari satu malam hingga beberapa minggu. Sedangkan insomnia kronis terjadi setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih.
“Baca Juga: Japanese Walking: Panduan Praktis mulaiLatihan untuk Kesehatan“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Dampak Kurang Tidur pada Tubuh
Kebutuhan tidur orang dewasa berkisar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kekurangan tidur membuat tubuh lemas dan mengurangi fokus. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit serius seperti hipertensi, serangan jantung, depresi, dan gangguan metabolisme.
Jenis-Jenis Insomnia
1. Insomnia Akut
Insomnia akut biasanya berlangsung singkat, antara tiga hingga 14 hari. Penyebabnya sering berkaitan dengan peristiwa yang memicu stres, seperti kehilangan pekerjaan, kematian orang terdekat, atau perubahan lingkungan tidur.
Faktor lain yang dapat memicu insomnia akut adalah jet lag, sakit, obat tertentu, atau tidur di tempat yang tidak nyaman. Meskipun sering membaik tanpa perawatan, insomnia ini dapat berkembang menjadi kronis jika tidak ditangani dengan baik.
2. Insomnia Kronis
Insomnia kronis terjadi ketika kesulitan tidur berlangsung setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih. Kondisi ini bisa terjadi tanpa hubungan dengan penyakit lain (primer) atau terkait penyakit tertentu (sekunder) seperti diabetes, depresi, gangguan tiroid, dan sleep apnea.
Pola hidup, seperti kerja shift atau sering bepergian lintas zona waktu, juga dapat memicu insomnia kronis.
3. Onset Insomnia
Onset insomnia terjadi ketika seseorang sulit memulai tidur meski sudah berada di tempat tidur. Penyebabnya antara lain stres, kecemasan, depresi, atau gangguan tidur lain seperti restless leg syndrome.
Konsumsi kafein atau minuman berkafein menjelang malam juga memperparah kondisi ini. Penderita bisa menghabiskan 20–30 menit tanpa terlelap sehingga waktu tidur berkurang.
4. Maintenance Insomnia
Maintenance insomnia ditandai sulit mempertahankan tidur sepanjang malam. Penderita sering terbangun setidaknya sekali dan membutuhkan waktu 20–30 menit untuk tidur kembali.
Kondisi ini mengurangi kualitas tidur dan menyebabkan kantuk di siang hari. Penyebabnya antara lain depresi, GERD, asma, sleep apnea, dan gangguan gerakan kaki saat tidur.
5. Terminal Insomnia
Terminal insomnia membuat seseorang terbangun lebih awal dari waktu yang diinginkan dan tidak bisa tidur lagi. Kekurangan tidur memengaruhi fungsi fisik dan mental pada hari berikutnya.
Jika berulang, kondisi ini memicu siklus mengantuk di siang hari, tertidur lebih awal di malam hari, lalu bangun dini kembali.
6. Mixed Insomnia
Mixed insomnia menggambarkan kombinasi gejala seperti sulit memulai tidur, sering terbangun di malam hari, dan bangun terlalu pagi. Banyak penderita mengalami gejala yang tumpang-tindih dan berubah seiring waktu, sehingga pola tidur menjadi sulit diprediksi.
Kesimpulan
Insomnia bukan hanya masalah tidur, tetapi juga masalah kesehatan yang mempengaruhi kualitas hidup. Mengenali jenis-jenis insomnia membantu penderita dan tenaga medis menentukan langkah penanganan yang tepat.
Gaya hidup sehat, manajemen stres, dan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu mengurangi risiko dan memperbaiki kualitas tidur.
“Baca Juga: Cegah Kucing Peliharaan dari Obesitas: Ini Dia Cara Efektif“






