Huawei Siapkan SuperPoD, Infrastruktur AI Saingi Nvidia

Teknologi555 Dilihat

VOXSULUT – Huawei Siapkan SuperPoD: Huawei memanfaatkan momentum saat Nvidia menghadapi hambatan besar di Cina. Dalam ajang Huawei Connect di Shenzhen, perusahaan ini mengenalkan teknologi bernama SuperPoD Interconnect. Teknologi ini berfungsi menghubungkan hingga 15 ribu unit GPU. Tidak hanya GPU biasa, Huawei juga memasukkan chip buatan mereka sendiri yang dinamakan Ascend AI.

SuperPoD Interconnect ini berperan sebagai jalur komunikasi super cepat antar chip. Dalam praktiknya, teknologi ini mirip dengan NVLink milik Nvidia. Bedanya, Huawei menargetkan agar sistem ini lebih mudah dipakai perusahaan lokal.

“Baca Juga: Honor Rilis 3 Tablet Baru di Indonesia dengan Fitur AI“

Keunggulan Huawei Meski Chip Ascend Belum Tangguh

Huawei mengakui bahwa chip Ascend AI masih kalah cepat dibanding produk Nvidia. Namun, mereka memiliki strategi berbeda. Dengan kemampuan menghubungkan ribuan chip secara serentak, Huawei tetap bisa melatih model AI berskala besar.

Bagi banyak perusahaan di Cina, keunggulan ini sangat membantu. Sebab, mereka kini membutuhkan solusi baru setelah akses terhadap chip Nvidia tertutup. Huawei melihat kebutuhan itu sebagai pintu untuk memperluas pengaruhnya di dunia AI.

Pemerintah Cina Dorong Kemandirian Teknologi

Sejak akhir Agustus 2025, Pemerintah Cina menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada produk asing. Pemerintah bahkan melarang perusahaan lokal membeli perangkat Nvidia, termasuk seri RTX Pro 600D yang sebelumnya dirancang khusus untuk pasar Cina.

Langkah ini memukul ekosistem teknologi di negara tersebut. Banyak perusahaan sudah terbiasa dengan perangkat Nvidia. Namun, kebijakan ini juga membuka peluang bagi produsen lokal. Huawei menjadi salah satu pemain besar yang siap mengisi celah tersebut.

Respon Nvidia atas Larangan Pemerintah Cina

Dalam kesempatan terpisah, CEO Nvidia, Jensen Huang, menyampaikan pandangannya. Ia mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah Cina. Huang menegaskan bahwa Nvidia hanya bisa melayani pasar yang benar-benar menginginkan produk mereka.

Ia juga menambahkan bahwa situasi ini tidak hanya soal bisnis. Menurutnya, ada agenda politik besar antara Cina dan Amerika Serikat yang ikut memengaruhi. Pernyataan ini menegaskan bahwa konflik chip bukan sekadar persaingan dagang, melainkan juga bagian dari dinamika geopolitik global.

Huawei Siap Jadi Alternatif Utama

Kondisi ini membuat Huawei semakin percaya diri. Perusahaan melihat bahwa solusi AI lokal menjadi kebutuhan mendesak. Huawei berharap SuperPoD Interconnect dan chip Ascend AI bisa menjadi jawaban.

Dengan kemampuan menghubungkan ribuan chip, Huawei menawarkan sistem yang fleksibel. Perusahaan tidak hanya fokus pada kecepatan chip, tetapi juga pada skala komputasi. Strategi ini menempatkan Huawei sebagai alternatif utama bagi perusahaan lokal yang ingin tetap bersaing di era AI.

Huawei Siapkan SuperPoD: Momentum Besar untuk Huawei

Larangan chip Nvidia di Cina membuka babak baru dalam persaingan teknologi. Huawei memanfaatkan kesempatan ini dengan cepat. Mereka mengenalkan teknologi SuperPoD Interconnect dan menegaskan komitmen terhadap kemandirian teknologi lokal.

Meski chip Ascend belum secepat Nvidia, strategi Huawei cukup jelas. Mereka fokus pada kemampuan skala besar dan ekosistem lokal. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik teknologi bisa menciptakan peluang baru bagi pemain domestik. Huawei kini berada di garis depan untuk memimpin perubahan tersebut.

“Baca Juga: AC Milan Kehilangan Pilar Utama Jelang Laga vs Udinese“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *