VOXSULUT – Tim peneliti dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB mengembangkan drone inovatif bernama ZEKE-03. Drone ini dirancang untuk melakukan inspeksi di ruang sempit dan area dengan akses terbatas. Tim ini berasal dari kelompok keahlian mekanika dan operasi terbang ITB.
Drone ZEKE-03 dapat terbang dan juga bergerak di permukaan karena memiliki struktur roda pelindung (wheel guard) yang ringan. Teknologi ini membuat drone mampu melintasi dinding, lantai, dan area sulit tanpa menabrak.
Ketua tim peneliti, Yazdi I. Jenie, menjelaskan bahwa inspeksi di ruang sempit biasanya memakai drone impor dengan harga tinggi. Karena itu, tim ITB berinisiatif menciptakan solusi lokal yang lebih efisien dan terjangkau bagi industri.
“Baca Juga: ChatGPT Hadirkan Fitur Akses Aplikasi Interaktif“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Kolaborasi ITB dan PT Terra Drone Indonesia
Proyek pengembangan ZEKE-03 bermula dari kebutuhan industri terhadap alat inspeksi yang aman dan hemat waktu. Untuk mewujudkannya, ITB bekerja sama dengan PT Terra Drone Indonesia melalui program Kedai Reka Matching Fund 2024.
Yazdi mengatakan, pengembangan dimulai dari rancangan drone kecil dengan roda pelindung. Tujuannya agar drone dapat menggelinding di dinding atau lantai tanpa menabrak permukaan keras. Proses ini melalui berbagai tahap pengujian di laboratorium dan lapangan.
Fitur dan Spesifikasi Drone ZEKE-03
Drone ZEKE-03 memiliki casing tertutup dan sudah siap memasuki tahap komersialisasi. Tim ITB membekali drone ini dengan kamera gimbal 4K beresolusi 8 megapiksel yang dapat berputar hingga 180 derajat. Drone ini juga memiliki kamera termal untuk mendeteksi suhu dan lampu LED yang membantu penerangan di area gelap.
Tim peneliti ITB membuat struktur utama drone menggunakan teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) di laboratorium mereka. Mereka juga mengembangkan seluruh sistem kendali dan pemrogramannya secara mandiri di kampus ITB.
Menurut Yazdi, tantangan utama pengembangan saat ini terletak pada daya tahan baterai. Saat ini, drone hanya dapat terbang selama 7 hingga 8 menit. Tim menargetkan agar durasi aktif drone bisa mencapai 12 menit dalam versi berikutnya.
Uji Coba dan Pameran di Berbagai Ajang
Drone ZEKE-03 telah dipamerkan dalam berbagai ajang teknologi, termasuk Indonesian Drone Expo 2024. Selain itu, tim ITB juga melakukan beberapa demonstrasi terbang di kampus ITB untuk menunjukkan kemampuan drone tersebut.
Drone ini sudah menjalani uji coba lapangan untuk inspeksi pipa berdiameter 30 sentimeter dan gorong-gorong. Hasilnya menunjukkan bahwa drone mampu beroperasi dengan stabil meski di area tanpa sinyal GPS.
Yazdi menegaskan, hasil uji coba ini membuktikan bahwa drone ZEKE-03 siap mendukung kegiatan industri yang membutuhkan pengawasan di area sulit dijangkau manusia.
Harapan untuk Industri Drone Nasional
Tim peneliti ITB berharap inovasi ini bisa memperkuat posisi industri drone nasional. Mereka ingin ZEKE-03 menjadi produk unggulan yang dapat menggantikan drone impor dengan harga lebih terjangkau.
“Harapan kami, inovasi ini mampu membuka peluang komersialisasi yang luas dan memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri,” kata Yazdi.
Dengan kolaborasi riset dan industri, ITB berkomitmen terus menciptakan teknologi canggih yang mendukung kebutuhan industri nasional dan memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.
“Baca Juga: Prancis Tertahan, Belgia dan Jerman Melaju di Kualifikasi“






