Waspada! Inhaler Thailand Terkontaminasi Mikroba Berbahaya

Kesehatan319 Dilihat

VOXSULUT – Waspada! Inhaler Thailand: Publik mulai heboh setelah FDA Thailand mengeluarkan peringatan resmi tentang inhaler Hong Thai Herbal Formula 2. Dalam temuan itu, pihak berwenang mendeteksi mikroba berbahaya di produk asal Thailand dan menyatakan bahwa hasil uji menunjukkan produk ini tidak memenuhi standar keamanan.

Sementara itu, inhaler ini sangat populer di kalangan wisatawan Indonesia. Banyak orang membeli produk tersebut langsung di Thailand atau melalui jasa titip (jastip). Akibatnya, kabar ini membuat banyak pengguna merasa khawatir dan mulai mempertanyakan keamanannya.

“Baca Juga: Waspadai Influenza A: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya“


Temuan Mikroba di Inhaler Hong Thai

Menurut dr. Dicky Budiman, seorang dokter epidemiolog, hasil laboratorium menemukan adanya aerobic microbial count yang melebihi batas aman. Tim peneliti juga menemukan Clostridium spp, yaitu bakteri yang dapat membentuk spora dan menimbulkan gangguan kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa proses pengawasan mutu dan sterilisasi pabrik Hong Thai Formula 2 tidak memadai,” kata dr. Dicky kepada iNews Media Group pada Kamis (29/10/2025).

Kontaminasi tersebut mengandung organisme hidup seperti bakteri dan jamur. Kondisi itu tidak boleh terjadi pada produk inhalasi, karena bisa mengubah komposisi kimia dan fisik produk.


Dampak Mikroba terhadap Kesehatan Pengguna

dr. Dicky menjelaskan bahwa mikroba berkembang biak dengan cepat di produk yang tidak steril. Selain itu, mikroba menghasilkan spora dan zat metabolit seperti mikotoksin dan enzim yang dapat mengiritasi saluran napas.

“Jamur dalam produk inhalasi sangat berbahaya dan tidak boleh ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, kontaminasi mikroba menurunkan mutu produk dan mengubah aroma serta warna. Akibatnya, perubahan tersebut menandakan bahwa produk itu sudah tidak layak digunakan.


Risiko Kesehatan Jika Inhaler Terkontaminasi Terhirup

dr. Dicky menambahkan bahwa inhaler yang mengandung mikroba bisa menyebabkan pengguna mengalami gangguan pernapasan ringan hingga berat.

“Jika seseorang menghirup inhaler yang terkontaminasi, iritasi ringan bisa muncul dalam bentuk batuk, tenggorokan gatal, atau rasa tidak nyaman,” jelasnya.

Orang sehat biasanya cepat pulih dari gejala ini dan tidak mengalami bahaya serius. Namun, sebaliknya, pengguna dengan daya tahan tubuh lemah atau penyakit bawaan sering mengalami masalah kesehatan yang lebih berat.


Kelompok Rentan Bisa Alami Infeksi Serius

Orang dengan asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), atau gangguan imunitas sangat berisiko. Mikroba dari inhaler dapat memperburuk kondisi mereka dan menimbulkan infeksi berat.

“Jika pengidap asma atau PPOK menghirup mikroba tersebut, infeksi serius bisa muncul dan memperparah penyakitnya,” ujar dr. Dicky.

Karena itu, dr. Dicky mengimbau masyarakat menghentikan penggunaan inhaler Hong Thai sampai hasil pengujian keluar. Ia juga meminta masyarakat memeriksa nomor izin edar setiap produk sebelum membeli inhaler luar negeri.


Waspada! Inhaler Thailand: Waspadai Produk Herbal Tanpa Standar Keamanan

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap produk impor yang belum memiliki izin resmi. Produk herbal sekalipun harus melalui uji keamanan dan kebersihan yang ketat.

Konsumen perlu memastikan produk yang dibeli terdaftar di BPOM atau lembaga resmi lain. Dengan begitu, risiko kesehatan seperti yang terjadi pada inhaler Hong Thai dapat dihindari.

“Baca Juga: Rivaldo Bela Vinicius dan Sindir Xabi Alonso di Real Madrid“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *