VOXSULUT – Capcom secara resmi merilis Guidelines Fan Content pada 4 November 2025. Aturan ini membahas cara fans membuat karya seperti fan art, cosplay, video, musik, hingga figurine berdasarkan properti intelektual (IP) milik Capcom.
Melalui kebijakan ini, Capcom ingin mendukung kreativitas fans sambil tetap menjaga hak cipta perusahaan. Fans di seluruh dunia kini dapat membuat karya bebas selama mengikuti pedoman yang sudah ditetapkan.
“Baca Juga: Founder Avalanche Ragu Just Cause 5 Bisa Sukses“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
Pusat hiburan -
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Fans Boleh Membuat Fan Art dan Karya Turunan Lain
Capcom mengizinkan para fans membuat berbagai karya seperti ilustrasi, manga, cerita pendek, cosplay, dan musik. Semua karya tersebut masuk dalam kategori Fan Content atau Derivative Works.
Fans tidak perlu meminta izin langsung selama mereka mematuhi semua aturan yang berlaku. Dengan begitu, para penggemar bisa terus berkarya tanpa rasa takut melanggar hak cipta.
Namun, Capcom menegaskan bahwa karya tersebut harus menampilkan unsur kreativitas pribadi. Fans tidak boleh hanya mengambil atau memotong aset asli dari game Capcom tanpa perubahan yang berarti.
Capcom Tegaskan Batasan dan Aturan Penggunaan
Batasan untuk Tujuan Komersial
Capcom melarang penggunaan karya fanmade untuk tujuan komersial besar. Namun, mereka masih memperbolehkan penjualan terbatas seperti doujin, fanzine, atau merchandise kecil non-profit.
Untuk figurine atau karya 3D, penjualan hanya boleh dilakukan di event yang memiliki lisensi khusus. Semua aturan ini hanya berlaku bagi individu atau komunitas kecil, bukan untuk perusahaan atau aktivitas bisnis besar.
Capcom Tegas Melarang Konten Negatif
Capcom melarang keras konten vulgar, diskriminatif, politik, atau agama dalam karya buatan fans. Mereka juga tidak mengizinkan konten yang bisa menyesatkan publik dengan menampilkan karya seolah-olah produk resmi dari Capcom.
Konten yang merusak reputasi perusahaan atau meniru produk asli juga termasuk pelanggaran berat. Jika ditemukan pelanggaran, Capcom berhak meminta penghapusan karya tersebut tanpa memberikan kompensasi.
Capcom Dapat Mengubah Aturan Sewaktu-waktu
Capcom menyebutkan bahwa aturan ini bisa berubah kapan saja sesuai kebijakan perusahaan. Beberapa game bahkan mungkin memiliki aturan tambahan yang bisa ditemukan di situs resmi masing-masing.
Selain itu, Capcom juga menyiapkan guidelines terpisah untuk konten video dan gameplay. Hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan kreatif fans dan perlindungan hak cipta.
Dengan adanya aturan baru ini, Capcom ingin menciptakan hubungan yang sehat dengan para penggemar. Fans kini bisa terus mengekspresikan kecintaan mereka terhadap game Capcom dengan cara yang aman, kreatif, dan sesuai aturan.
“Baca Juga: Liverpool Tumbangkan Madrid, Mac Allister Jadi Penentu“






