VOXSULUT – NASA dan FAA terus meningkatkan teknologi untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada malam hari. Dua lembaga ini bekerja sama menciptakan drone cerdas yang mampu beroperasi sendiri di area kebakaran. Mereka ingin membuat petugas dan pilot merasa lebih aman ketika asap tebal mengurangi jarak pandang.
NASA dan FAA mengembangkan sistem bernama Advanced Capabilities for Emergency Response Operations (ACERO). Mereka merancang sistem ini sebagai alat modern untuk memadamkan api di malam hari. Proyek ini menggunakan teknologi utama bernama Portable Airspace Management System (PAMS). Sistem ini mengelola lalu lintas udara di area kebakaran secara real-time.
“Baca Juga: Siemens Uji Signaling X, Teknologi Kendali Kereta Masa Depan“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
PAMS Beri Keamanan Lebih di Tengah Kondisi Minim Cahaya
Laporan Earth pada 12 November 2025 menunjukkan bahwa sistem PAMS membantu semua drone pemadaman bekerja lebih maksimal. Sistem ini memberi gambaran jelas kepada pilot tentang posisi pesawat lain yang terbang di area yang sama. Hal ini memberi keamanan lebih besar bagi petugas dan pilot ketika asap menutupi medan.
Petugas pemadam sering menghentikan operasi udara saat malam hari karena keterbatasan pandangan. Asap tebal juga membuat kamera drone sulit melihat titik api. Kondisi ini menunda pemadaman dan membuat api terus meluas. Karena itu, teknologi ACERO dengan dukungan PAMS memberi solusi baru yang sangat penting.
PAMS memberi informasi langsung soal pergerakan semua drone yang beroperasi. Teknologi ini meningkatkan efektivitas pemadaman karena drone dapat bekerja selama 24 jam penuh. Drone dapat memantau api dan memadamkannya tanpa jeda panjang.
Teknologi ACERO Dapat Mengurangi Waktu Pemadaman
Pemadaman udara biasanya dihentikan saat malam tiba karena pilot tidak melihat area terbakar dengan jelas. Padahal jeda ini membuat api semakin meluas. Kini, ACERO menawarkan solusi konkret untuk mengatasi masalah tersebut.
Sistem PAMS memberi panduan penerbangan kepada pilot dan operator drone. Teknologi ini memberi data akurat mengenai arah, ketinggian, dan posisi pesawat di wilayah udara. Dengan informasi tersebut, drone bisa terus bekerja meski kondisi gelap dan penuh asap.
Ulasan Earth menyebutkan bahwa PAMS bertujuan memperpanjang durasi operasi udara dengan aman. PAMS juga memberi dukungan penuh agar pilot mengetahui semua pergerakan drone di area tersebut.
Proyek ACERO Masih Masuk Tahap Uji Coba
NASA sudah melakukan serangkaian uji coba ACERO pada Maret 2025. Uji coba ini menunjukkan potensi besar sistem PAMS dalam mengatur wilayah udara. Uji tersebut juga memperlihatkan kemampuan PAMS mengoordinasikan beberapa drone secara bersamaan dalam kondisi simulasi kebakaran.
Min Xue dari NASA Ames Research Center memimpin penelitian ini. Ia menjelaskan bahwa uji coba tersebut memberi banyak data penting. Ia dan timnya menggunakan data itu untuk meningkatkan kemampuan sistem ACERO. Mereka menilai teknologi ini masih perlu penyempurnaan sebelum digunakan dalam skala besar.
Setelah uji coba itu, NASA dan FAA berencana memperkuat kolaborasi demi menyelaraskan teknologi dengan protokol komando insiden. Mereka ingin memastikan semua prosedur mendukung keselamatan petugas di lapangan. Mereka juga berencana menambahkan peralatan udara baru agar operasi pemadaman lebih efektif.
Harapan Baru untuk Penanganan Kebakaran Masa Depan
Proyek ACERO memberi harapan baru untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. NASA dan FAA ingin memberi alat yang aman, akurat, dan terus beroperasi tanpa hambatan cahaya atau asap. Teknologi ini berpotensi menjadi standar baru dalam operasi darurat.
Dengan kolaborasi ini, pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan lebih terarah. Drone dapat memantau titik api sepanjang hari dan memberi data akurat kepada petugas di darat. Teknologi ini dapat membantu banyak negara yang sering menghadapi kebakaran besar.
“Baca Juga: Toni Kroos Nilai Skuad Jerman Belum Siap untuk 2026“






