VOXSULUT – Game Horses buatan Santa Ragione kembali menarik perhatian publik. Game ini sebelumnya gagal rilis di Steam. Kini, Epic Games juga menghentikan peredarannya. Banyak gamer mempertanyakan alasan keputusan ini dan dampaknya bagi proses distribusi game tersebut.
“Baca Juga: Eidos Montreal Ternyata Pernah Garap Legacy of Kain Reboot“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Epic Games menghentikan game Horses pada 2 Desember. Keputusan itu terjadi 24 jam sebelum jadwal rilis. Informasi ini muncul melalui FAQ resmi yang ditulis pihak pengembang.
Santa Ragione menjelaskan bahwa Epic Games meninjau konten game mereka dengan sangat detail. Epic menilai beberapa adegan melanggar aturan konten di platform mereka. Santa Ragione mengungkapkan bahwa Epic menolak menerbitkan Horses karena menilai game ini memuat adegan seksual, pelecehan, dan kekejaman terhadap hewan.
Epic lalu menyampaikan email resmi kepada pengembang. Email tersebut menjelaskan alasan pelarangan game. Epic menyebut konten dalam Horses memenuhi kategori Adult Only. Kategori ini tidak tersedia untuk distribusi di Epic Games Store.
Epic memberikan beberapa pilihan kepada Santa Ragione. Pilihannya mencakup pembaruan konten agar memenuhi aturan platform. Epic juga membuka peluang peninjauan ulang setelah pengembang mengedit konten yang dianggap terlalu ekstrem. The Santa Ragione mempertimbangkan opsi ini, tetapi mereka juga ingin mempertahankan visi asli game.
Santa Ragione Ajukan Banding terhadap Keputusan Epic
Santa Ragione merespons keputusan itu dengan mengajukan banding. Pengembang menyatakan bahwa mereka sudah menyensor beberapa adegan sesuai aturan. Mereka merasa konten tersebut sudah tepat dan tidak mendorong kekerasan atau pelecehan.
Santa Ragione menjelaskan bahwa Horses mendapat rating PEGI 18 dan ESRB M. Rating ini menunjukkan bahwa game hanya cocok untuk pemain dewasa, tetapi tidak otomatis masuk kategori Adult Only. Pengembang merasa keputusan Epic terlalu ketat.
Namun, proses banding tidak berjalan sesuai harapan. Epic menolak banding dalam waktu 12 jam. Epic menegaskan bahwa mereka mengikuti panduan internal yang sudah jelas. Mereka tetap menilai konten tersebut melampaui batas toleransi platform.
Keputusan itu membuat Horses tidak dapat rilis di dua platform besar: Steam dan Epic Games Store. Kondisi ini memicu diskusi mengenai kebijakan distribusi game dewasa dan batasan kreatif bagi pengembang.
Horses Tetap Meluncur di Platform Lain
Walaupun tidak hadir di Steam serta Epic, Horses tetap tersedia di beberapa platform lain. Gamer masih dapat membeli game ini melalui GoG, Humble Store, dan Itch.io. Ketiga platform itu memberi ruang lebih luas bagi konten dewasa. Santa Ragione merasa langkah ini membantu game mereka menemukan audiens.
Kehadiran Horses di platform alternatif menunjukkan bahwa tidak semua toko digital menerapkan aturan yang sama. Setiap platform memiliki kebijakan berbeda tentang konten dewasa dan kekerasan.
Apakah Keputusan Epic Masuk Akal?
Banyak gamer mempertanyakan keputusan Epic. Beberapa pengguna mendukung kebijakan ketat demi menjaga kenyamanan publik. Namun, sebagian pengguna menilai Epic terlalu membatasi kebebasan kreatif.
Santa Ragione merasa keputusan ini merugikan mereka. Namun, mereka memahami bahwa setiap platform memiliki standar. Mereka tetap berkomitmen merilis game dengan cerita kuat dan tema yang kompleks.
Ke depan, Horses mungkin tetap menemukan pemain loyal melalui platform yang menerima konten dewasa. Kasus ini memperlihatkan pentingnya transparansi kebijakan bagi pengembang dan distributor game.
“Baca Juga: Daftar Negara Lolos Piala Dunia 2026 Menjelang Drawing“






