Semar UGM Uji Teknologi Mobil Hemat Energi di Qatar

Teknologi66 Dilihat

VOXSULUT Tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada kembali tampil di ajang internasional.
Tim Semar UGM mengikuti Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026.
Ajang tersebut berlangsung di Sirkuit Internasional Lusail, Qatar.
Kompetisi digelar pada 21 hingga 25 Januari 2026.
Ajang ini mempertemukan kendaraan paling efisien dari berbagai negara.

“Baca Juga: NASA Luncurkan Teleskop Pandora, Pendamping James Webb“

Target Lebih Tinggi Dibanding Tahun Sebelumnya

General Manager Tim Semar UGM, Muhammad Ghani Prayatna, menyampaikan ambisi besar.
Tim datang dengan target peningkatan efisiensi dan performa kendaraan.
Ghani menegaskan tim menyiapkan inovasi lebih matang dari musim lalu.
Ia menyebut tim membawa semangat baru dan sasaran hasil lebih tinggi.
Tim ingin bersaing kuat di lintasan sekaligus di penilaian efisiensi.

Dua Kendaraan Andalan Semar UGM

Pada kompetisi ini, Semar UGM menurunkan dua kendaraan utama.
Kendaraan pertama bernama Semar Urban Hydroz 1.2.
Mobil ini menggunakan konsep kendaraan perkotaan berbahan bakar hidrogen.
Tim mengembangkan kendaraan dengan bobot ringan dan sistem energi efisien.
Hasil uji internal menunjukkan efisiensi setara lebih dari 300 kilometer per liter.

Semar Proto 4.0 Fokus Efisiensi Listrik

Kendaraan kedua bernama Semar Proto 4.0.
Mobil ini masuk kategori prototipe berbasis listrik.
Tim merancang kendaraan dengan fokus pada desain ramping dan stabil.
Manajemen energi menjadi perhatian utama dalam pengembangan mobil ini.
Tim mengklaim konsumsi energi setara ratusan kilometer per kilowatt-jam.

Modal Prestasi dari Kompetisi Sebelumnya

Semar UGM membawa modal prestasi dari ajang sebelumnya.
Tim meraih Juara 2 Kategori Urban Listrik.
Tim juga mengamankan Juara 3 Kategori Prototype Listrik.
Capaian tersebut meningkatkan rasa percaya diri seluruh anggota tim.
Tim menggunakan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi penting.

Penyempurnaan Menyeluruh Jelang Lomba

Tim melakukan penyempurnaan di berbagai aspek kendaraan.
>Tim meningkatkan sistem penggerak dan desain bodi.
>Tim juga menyempurnakan strategi balap dan pengaturan energi.
Ghani memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Tim fokus menjaga konsistensi performa selama lomba berlangsung.

Ajang Pembuktian Inovasi Mahasiswa Indonesia

Shell Eco-Marathon menekankan efisiensi energi, bukan kecepatan.
Ajang ini menguji batas inovasi kendaraan ramah lingkungan.
Bagi Semar UGM, kompetisi ini menjadi panggung riset mahasiswa Indonesia.
Tim ingin membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat dunia.
Tim menargetkan hasil lebih baik dibandingkan capaian sebelumnya.

“Baca Juga: Chris Sutton Prediksi Arsenal Kalahkan MU di Emirates“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *