Kulit Kering Saat Puasa? Ini Penyebab dan Solusinya

Kesehatan249 Dilihat

VOXSULUT Influencer kecantikan Tasya Farasya mengaku sering mengalami kulit kering saat puasa Ramadan. Bahkan, di luar Ramadan pun kulit tubuhnya tetap terasa kering.

Tasya menyampaikan pengalaman itu saat menghadiri peluncuran program Vaseline Gluta Hya Hydration Clinic di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, 20 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa kondisi kulitnya bisa sangat kering hingga tampak bergaris.

Ia menggambarkan kulit betisnya seperti bisa “dilukis” karena muncul garis putih saat tergores ringan. Garis tersebut terlihat jelas dan membuat permukaan kulit tampak kusam. Selain itu, tekstur kulitnya terasa lebih kasar dibanding biasanya.

Seiring bertambahnya usia, Tasya merasakan perubahan kulit yang semakin cepat. Jika dulu kulitnya tetap terlihat baik meski kurang perawatan, kini perubahan kecil langsung terlihat. Karena itu, ia mulai mengubah kebiasaan sehari-hari.

“Baca Juga: Waspada Gejala Virus Nipah Sejak Dini“

Tasya Ubah Pola Minum demi Kesehatan Kulit

Tasya kini lebih disiplin menjaga asupan cairan. Ia mengurangi konsumsi kopi dan meningkatkan minum air putih.

Ia menargetkan minum dua hingga tiga liter air setiap hari. Apalagi, ia kini rutin berolahraga dan lebih peduli pada kesehatan kulit tubuh.

Ia merasakan perbedaan signifikan setelah menambah asupan air. Ketika ia kurang minum, kulitnya lebih cepat kering dan kehilangan kelembapan alami. Oleh sebab itu, ia lebih ketat mengatur jadwal minum saat puasa.

Selama Ramadan, waktu minum memang terbatas. Namun, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar kulit tetap terjaga.

Dokter Kulit Jelaskan Penyebab Kulit Dehidrasi

Dokter kulit Amanda Lestari menjelaskan bahwa puasa mengurangi asupan cairan tubuh. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan kehilangan kelembapan.

Ia mengibaratkan kulit tanpa cukup cairan seperti gurun pasir tanpa air. Lama-kelamaan, kulit terlihat tandus dan tidak segar.

Amanda menyebut beberapa tanda kulit mengalami dehidrasi. Pertama, guratan atau garis halus terlihat lebih jelas. Kedua, kulit tampak bersisik dan mudah mengelupas. Ketiga, pelindung alami kulit melemah sehingga muncul iritasi dan kemerahan.

Selain itu, kulit bisa terasa gatal dan muncul bruntusan ringan. Karena itu, ia menyarankan deteksi dini melalui uji sederhana di rumah.

Seseorang bisa menggores pelan kulit dengan kuku atau ujung pensil tumpul. Jika muncul garis putih yang bertahan beberapa saat, kulit kemungkinan kekurangan hidrasi. Area tangan dan kaki biasanya menunjukkan tanda lebih cepat.

Cara Mencegah Kulit Kering Saat Puasa

Amanda menekankan dua langkah utama untuk menjaga kelembapan kulit. Pertama, seseorang harus memenuhi kebutuhan cairan dari dalam. Kedua, seseorang perlu melindungi kulit dari luar.

Ia menyarankan konsumsi air putih minimal dua hingga dua setengah liter per hari. Saat puasa, seseorang bisa membagi pola minum menjadi delapan gelas. Dua gelas saat sahur, empat gelas setelah berbuka hingga malam, dan dua gelas sebelum tidur.

Selain itu, seseorang perlu menggunakan pelembap tubuh secara rutin. Pelembap membantu menjaga cairan di lapisan kulit agar tidak cepat menguap.

Amanda menyarankan penggunaan pelembap dua kali sehari setelah mandi. Jika kulit sangat kering, seseorang bisa menambah frekuensi pemakaian. Bahkan, seseorang bisa mengoleskan ulang setelah wudu.

Puasa memang memberi manfaat bagi metabolisme tubuh. Namun, seseorang tetap perlu menjaga hidrasi agar kulit tidak menjadi korban. Oleh karena itu, kombinasi asupan cairan cukup dan perawatan rutin membantu menjaga kulit tetap sehat selama Ramadan.

“Baca Juga: Lamine Yamal Bersinar, Barcelona Tekuk Racing Santander“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *