VOXSULUT – Teknologi drone dan kecerdasan buatan membuka peluang baru dalam dunia pertanian modern. Inovasi tersebut mendorong hadirnya sistem pertanian yang lebih presisi dan efisien.
Dua dosen Program Studi Ilmu Komputer dari Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University mengembangkan teknologi swarm drone. Karlisa Priandana dan Medria Kusuma Dewi Hardhienata memimpin pengembangan inovasi ini.
Teknologi tersebut mendukung sistem indoor farming atau pertanian dalam ruangan. Sistem ini memungkinkan petani mengontrol berbagai kondisi tanaman secara lebih akurat.
Selain itu, teknologi ini membantu petani melakukan pemantauan tanaman secara berkelanjutan.
“Baca Juga: ITS dan AAL Kembangkan Pusat Studi Drone Militer“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Swarm Drone Membantu Pemantauan Tanaman
Karlisa Priandana menjelaskan bahwa tim peneliti mengembangkan swarm drone untuk membantu proses pemantauan tanaman.
Swarm drone terdiri dari beberapa drone kecil yang bekerja secara bersama. Setiap drone bergerak secara terkoordinasi seperti segerombolan lebah.
Sistem ini memungkinkan drone memantau tanaman dari berbagai sudut secara efisien. Selain itu, drone juga dapat menjangkau area yang sulit dijangkau manusia.
Karlisa menjelaskan bahwa teknologi ini mendukung kegiatan pengawasan dalam indoor farming. Sistem tersebut menjaga proses pemantauan tetap berjalan secara konsisten.
Selama ini, banyak petani menggunakan kamera atau sensor statis untuk memantau tanaman. Namun perangkat statis sering mengalami kerusakan atau gangguan.
Karena itu, swarm drone berfungsi sebagai sistem cadangan. Drone dapat menggantikan peran sensor statis ketika terjadi gangguan.
Dengan demikian, pemantauan tanaman tetap berlangsung tanpa hambatan.
Drone Mengumpulkan Data Tanaman Secara Menyeluruh
Setiap drone membawa kamera khusus dan sensor lingkungan. Perangkat tersebut membantu drone mengamati kondisi tanaman secara detail.
Selain itu, drone juga terhubung dengan sistem Internet of Things. Sistem tersebut memungkinkan pengumpulan data dari berbagai sumber secara terintegrasi.
Drone mengirimkan data tentang kondisi tanaman, suhu ruangan, dan kelembapan udara. Informasi tersebut membantu petani memahami kondisi tanaman secara menyeluruh.
Selain itu, data yang lengkap membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat.
AI Menganalisis Data Tanaman Secara Real-Time
Medria Kusuma Dewi Hardhienata menjelaskan bahwa sistem komputer pusat menerima seluruh data dari drone.
Selanjutnya, sistem AI menganalisis data tersebut secara real-time. Proses analisis menghasilkan informasi penting tentang kondisi tanaman.
Hasil analisis membantu petani mengambil keputusan dengan cepat. Selain itu, sistem ini memberikan rekomendasi berbasis data.
Drone juga mengambil gambar berbagai jenis tanaman. Sistem AI kemudian mengenali jenis tanaman secara otomatis.
Selain itu, teknologi AI mengatur komunikasi antar drone. Sistem tersebut membantu drone menjaga jarak dan mengatur formasi.
Drone juga menyesuaikan posisi agar tidak bertabrakan. Sistem ini tetap bekerja meskipun ruang indoor farming cukup sempit.
Inovasi Pertanian Cerdas yang Lebih Ramah Lingkungan
Teknologi swarm drone berpotensi meningkatkan efisiensi pertanian modern. Sistem ini juga membantu petani memantau tanaman dengan lebih akurat.
Selain itu, teknologi ini mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Petani dapat mengelola sumber daya secara lebih tepat.
Penggunaan data juga membantu petani meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman.
Karena itu, pengembangan teknologi berbasis AI menjadi langkah penting bagi masa depan pertanian.
Ke depan, inovasi seperti swarm drone dapat membantu petani mengelola pertanian modern secara lebih cerdas dan berkelanjutan.
“Baca Juga: Rapor Pemain Diaspora di Liga 1: Siapa yang Paling Bersinar?“






