Bobibos di Timor Leste Capai 70% Menuju Produksi

Berita, Teknologi12 Dilihat

VOXSULUT – Produksi bahan bakar nabati Bobibos di Timor Leste terus menunjukkan kemajuan. Tim pengembang menyebut kesiapan produksi massal kini sudah mencapai 70 persen. Karena itu, proyek ini mulai memasuki tahap penting sebelum peluncuran penuh.

Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!. Produk ini diklaim mampu menjadi alternatif BBM dengan nilai oktan tinggi. Selain itu, harganya disebut lebih terjangkau bagi masyarakat.

Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyampaikan perkembangan itu pada Minggu, 26 April 2026. Ia menjelaskan proses persiapan berjalan sesuai rencana.

“Baca Juga: NASA Siapkan Reaktor Nuklir di Bulan 2028“

Mesin Produksi Sudah Tiba di Pabrik

Iklas mengatakan truk pengangkut mesin pengolah jerami sudah tiba di pabrik Timor Leste. Mesin tersebut dikirim dari Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, tim teknis sudah mengoperasikan mesin selama sepekan. Karena itu, mereka tinggal menyelesaikan tahap akhir sebelum masuk produksi penuh.

“Persiapan produksi massal kami di sana sudah sekitar 70 persen,” ujar Iklas.

Selanjutnya, tim akan mematangkan hasil bioetanol menjadi bahan bakar siap pakai. Jika semua tahap berjalan lancar, maka produksi besar bisa segera dimulai.

Bobibos Gunakan Jerami Sebagai Bahan Baku

Bobibos memanfaatkan jerami sebagai bahan utama produksi. Langkah ini memberi nilai tambah bagi limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Selain itu, pihak perusahaan memakai jerami hasil panen petani lokal di Timor Leste. Dengan begitu, proyek ini juga dapat mendukung ekonomi masyarakat setempat.

Iklas menjelaskan bahan baku lokal akan menjadi suplai utama pabrik. Karena itu, rantai produksi bisa berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

Tahap Awal Gunakan Mesin Kapasitas 500 Liter

Pada tahap pertama, tim memakai mesin dengan kapasitas produksi maksimal 500 liter bioetanol. Mesin ini dipakai untuk uji produksi awal.

Melalui uji coba tersebut, perusahaan ingin memastikan kualitas Bobibos sesuai target. Jika hasilnya memuaskan, maka mereka akan meningkatkan skala produksi.

Langkah ini penting karena perusahaan ingin menjaga mutu produk sejak awal. Selain itu, mereka juga ingin memastikan proses berjalan stabil.

Target Produksi 1,8 Juta Liter Per Bulan

Jika uji awal berhasil, perusahaan akan membangun fasilitas lebih besar. Pabrik baru nantinya memakai mesin dengan kapasitas jauh lebih tinggi.

Iklas menargetkan produksi mencapai 50 ribu liter per hari. Artinya, total produksi bulanan bisa menyentuh 1,8 juta liter.

Target tersebut lahir dari kerja sama PT Inti Sinergi Formula dengan Timor Agranova SA. Timor Agranova merupakan perusahaan lokal yang mendapat penunjukan dari pemerintah Timor Leste.

Timor Leste Punya Potensi Besar

Kerja sama kedua pihak dimulai melalui nota kesepahaman pada 23 Desember 2025. Saat itu, Timor Leste melihat peluang besar dari sektor pertanian mereka.

Negara tersebut memiliki sekitar 87 ribu hektare sawah. Karena itu, pasokan jerami tersedia dalam jumlah besar.

Pemerintah Timor Leste lalu mengajak pengembang Bobibos bekerja sama. Mereka ingin menghadirkan bahan bakar murah dan ramah sumber daya lokal.

Bobibos Bisa Jadi Alternatif BBM Baru

Kehadiran Bobibos memberi harapan baru bagi sektor energi kawasan. Produk ini menawarkan bahan bakar beroktan tinggi dengan harga lebih rendah.

Selain itu, proyek ini membuka peluang kerja dan meningkatkan nilai hasil pertanian. Jika produksi berjalan lancar, Bobibos bisa menjadi contoh energi alternatif dari Asia Tenggara.

“Baca Juga: Prediksi PSG vs Bayern 29 April 2026: Duel Sengit UCL“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *