BRIN dan BNN Kembangkan AI Pendeteksi Ladang Ganja

Berita, Teknologi20 Dilihat

VOXSULUT Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Badan Narkotika Nasional bekerja sama mengembangkan teknologi baru untuk mendeteksi ladang ganja ilegal.

Tim peneliti memanfaatkan kecerdasan buatan, citra satelit, dan pesawat nirawak dalam proyek tersebut. Melalui teknologi ini, BRIN dan BNN ingin meningkatkan akurasi pencarian lokasi ganja di wilayah terpencil Indonesia.

“Baca Juga: NASA Rilis 12 Ribu Foto Langka Misi Artemis II“

Kasus Ganja Masih Tinggi di Indonesia

Data Indonesia Drug Report 2025 menunjukkan kasus narkotika masih tinggi di Indonesia.

Laporan tersebut mencatat 46.748 kasus tindak pidana narkotika. Selain itu, ganja menempati posisi kedua setelah sabu.

Data menunjukkan aparat menemukan 3.814 kasus terkait ganja. Angka tersebut membuat pengawasan terhadap ladang ilegal menjadi semakin penting.

Kondisi Wilayah Indonesia Jadi Tantangan

Perekayasa Ahli Madya BRIN, Yomi Guno, menjelaskan tantangan utama berasal dari kondisi geografis Indonesia.

Menurut Yomi, banyak wilayah memiliki medan yang luas dan sulit dijangkau. Karena itu, metode pencarian melalui operasi darat sering menghadapi banyak hambatan.

Yomi mengatakan BRIN ingin menggabungkan berbagai teknologi modern untuk mengatasi masalah tersebut.

Ia menjelaskan tim peneliti menggabungkan sistem pengamatan jarak jauh, peta digital, pesawat nirawak, dan kecerdasan buatan.

BRIN Libatkan Banyak Tim Riset

BRIN melibatkan beberapa pusat riset dalam proyek tersebut. Tim riset berasal dari bidang geoinformatika, data, kecerdasan buatan, dan teknologi penerbangan.

Kerja sama lintas bidang tersebut bertujuan memperkuat proses pencarian lokasi ladang ganja ilegal.

Selain itu, BNN lebih dulu mengumpulkan informasi lapangan dan data intelijen. Setelah itu, tim BRIN mulai melakukan analisis menggunakan citra satelit.

Satelit dan Drone Bantu Pemetaan Lokasi

Tim peneliti memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi untuk mencari area yang memiliki ciri tertentu.

Setelah itu, tim teknologi penerbangan melakukan pengecekan lapangan menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Drone membantu tim mengambil gambar udara dengan kualitas tinggi. Data tersebut kemudian masuk ke tahap pengolahan lanjutan.

Tim data dan kecerdasan buatan kemudian menyusun peta digital yang lebih rinci dan akurat.

BRIN dan BNN Kembangkan AI: Hasil Riset Dukung Operasi BNN

Yomi menjelaskan hasil penelitian dapat membantu operasi penegakan hukum BNN.

BRIN menyiapkan data peta rinci, lokasi lahan, serta rekomendasi wilayah prioritas.

Data tersebut dapat membantu BNN menentukan langkah berikutnya dalam operasi pemusnahan ladang ganja ilegal.

Melalui kolaborasi ini, BRIN menunjukkan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Teknologi juga membuka peluang baru untuk meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah luas dan sulit dijangkau.

“Baca Juga: Jadwal Lengkap Indonesia U-17 di Piala Asia 2026“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed