Kerutan Dahi Bisa Jadi Sinyal Risiko Penyakit Jantung

Kesehatan22 Dilihat

VOXSULUT Banyak orang menganggap kerutan di dahi muncul karena usia, paparan sinar matahari, atau kurangnya perawatan kulit. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kerutan dahi juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tubuh.

Dokter dan edukator anti-aging, dr. Clarin Hayes, menjelaskan bahwa kerutan di dahi bisa menjadi petunjuk adanya risiko penyakit jantung. Karena itu, seseorang tidak boleh mengabaikan tanda tersebut begitu saja.

Meski demikian, kerutan dahi bukan penyebab penyakit jantung. Kerutan hanya dapat menjadi indikator yang mencerminkan kondisi kesehatan pembuluh darah.

“Baca Juga: Musim Kemarau 2026 Picu Risiko Penyakit, Ini Daftarnya“

Penelitian Menemukan Hubungan Kerutan Dahi dan Penyakit Jantung

Dr. Clarin mengutip penelitian yang dipresentasikan pada ESC Congress 2018 di Munich. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 3.200 orang dewasa dengan rentang usia 32 hingga 62 tahun.

Peneliti mengikuti peserta selama 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kerutan dahi yang lebih dalam memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih tinggi.

Peserta dengan skor kerutan dahi dua hingga tiga tercatat memiliki risiko hingga 10 kali lebih besar dibandingkan peserta tanpa kerutan dahi.

Temuan tersebut menarik perhatian banyak ahli kesehatan. Mereka kemudian meneliti lebih jauh hubungan antara kondisi kulit dan kesehatan pembuluh darah.

Kolagen Menjadi Penghubung antara Kulit dan Pembuluh Darah

Menurut dr. Clarin, kulit dan dinding pembuluh darah memiliki komponen penting yang sama, yaitu kolagen.

Kolagen berperan menjaga elastisitas kulit dan pembuluh darah. Ketika jumlah kolagen berkurang, kulit menjadi lebih mudah berkerut.

Pada saat yang sama, pembuluh darah juga kehilangan kelenturannya. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Karena itu, kerusakan kolagen tidak hanya terlihat pada kulit. Kerusakan yang sama juga dapat terjadi di dalam tubuh tanpa disadari.

Gaya Hidup Tidak Sehat Mempercepat Kerusakan Kolagen

Gaya hidup memiliki peran besar terhadap kesehatan kolagen. Kebiasaan merokok, kurang tidur, jarang berolahraga, dan pola makan buruk dapat mempercepat kerusakan kolagen.

Selain itu, tubuh juga dapat mengalami peningkatan stres oksidatif dan peradangan. Kedua kondisi tersebut dapat merusak jaringan tubuh secara perlahan.

Pada kulit, kerusakan tersebut memicu munculnya kerutan. Sementara itu, pada pembuluh darah, kerusakan dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Karena proses tersebut terjadi secara bertahap, banyak orang tidak menyadari dampaknya hingga muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Pembuluh Darah di Dahi Sangat Sensitif

Dr. Clarin menjelaskan bahwa pembuluh darah di area dahi berukuran kecil dan cukup sensitif.

Perubahan kesehatan pembuluh darah dapat lebih cepat terlihat pada area tersebut. Oleh sebab itu, kerutan yang muncul di dahi terkadang dapat menjadi refleksi kondisi arteri di seluruh tubuh.

Meski begitu, kerutan dahi tidak bisa digunakan sebagai alat diagnosis penyakit jantung. Dokter tetap memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan seseorang.

Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Dr. Clarin menyarankan masyarakat mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak usia muda.

Masyarakat dapat menjaga kesehatan jantung dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga berat badan ideal.

Selain itu, pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol secara berkala juga sangat penting. Langkah tersebut membantu mendeteksi faktor risiko lebih awal.

Jika seseorang memiliki kerutan dahi yang cukup dalam pada usia muda, pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah bijak.

Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko penyakit jantung dapat ditekan sejak dini. Karena itu, jangan hanya fokus merawat kulit dari luar. Jaga juga kesehatan tubuh dari dalam agar kulit dan jantung tetap sehat dalam jangka panjang.

“Baca Juga: Lionel Messi Ukir Rekor 6 Piala Dunia Bersama Argentina“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *