Teknologi Rudal Sejjil Iran: Jangkauan dan Kemampuan Tempur

Teknologi726 Dilihat

VOXSULUT – Iran kembali menunjukkan kekuatan militernya melalui peluncuran rudal Sejjil dalam konflik terbaru melawan Israel. Serangan balasan ini dimulai sejak 13 Juni 2025, ketika Israel lebih dulu meluncurkan serangan ke wilayah Iran. Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal Sejjil untuk menghantam target militer penting milik Israel.

Rudal ini bukan hanya sekadar alat perang, tetapi simbol teknologi pertahanan dalam negeri yang terus berkembang. Iran memamerkan kemampuannya untuk mendesain dan memproduksi rudal modern tanpa bantuan langsung dari negara asing.

“Baca Juga: Ballerina: Aksi Brutal dan Elegan dalam Dunia John Wick“

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.

Serangan Balasan Iran Gunakan Rudal Sejjil

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal Sejjil untuk menyerang fasilitas Komando Pusat Militer Israel. Target utama mereka adalah sistem komunikasi, kontrol, dan intelijen (C4I) di Beersheba. Lokasinya dekat dengan rumah sakit militer Soroka Medical Center.

Serangan ini menyebabkan kerusakan serius dan meningkatkan ketegangan antara Iran dan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemudian merespons dengan ancaman serangan balasan.

Sejarah dan Pengembangan Teknologi Rudal Sejjil

Iran mulai mengembangkan rudal Sejjil sebagai alternatif dari rudal Shahab yang telah digunakan sejak akhir 1980-an. Meski beberapa laporan menyebutkan pengaruh teknologi Cina, Iran menegaskan bahwa mereka mendesain rudal ini secara mandiri.

Iran melakukan uji coba pertama pada tahun 2008 dengan jangkauan 800 kilometer. Setahun kemudian, mereka kembali menguji rudal ini untuk mengevaluasi sistem navigasi dan kontrol yang telah ditingkatkan.

Spesifikasi dan Kemampuan Tempur

Rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 25 meter dan diameter 1,25 meter. Bobot totalnya mencapai 2,3 ton. Rudal ini dapat membawa hulu ledak hingga 700 kilogram. Iran menyatakan bahwa rudal ini juga mampu membawa muatan nuklir.

Dari sisi jangkauan, Sejjil mampu menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer. Iran menggunakan bahan bakar padat pada rudal ini, sehingga mereka tidak perlu mengisi ulang sebelum peluncuran. Teknologi ini memungkinkan peluncuran lebih cepat dibanding rudal berbahan bakar cair.

Selain itu, Sejjil dapat bermanuver sepanjang fase penerbangan. Kemampuan ini menyulitkan sistem pertahanan udara musuh untuk mencegatnya. Iran mengklaim bahwa varian ini mampu menjangkau jarak hingga 4.000 kilometer, cukup untuk mencapai Brussels dari Teheran.

Peningkatan Versi dan Varian Sejjil

Iran terus mengembangkan varian baru dari Sejjil. Setelah peluncuran awal tahun 2008, Iran merilis versi Sejjil-2 pada 2009. Versi ini memiliki perubahan desain pada hulu ledak dan tambahan sirip pemandu agar lebih akurat.

Pada tahun 2021, Iran memperlihatkan versi terbaru rudal ini dalam latihan militer. Salah satu peningkatan terletak pada bilah jet dan sistem kemudi. Iran juga sedang mengembangkan varian Sejjil-3. Iran mengklaim bahwa varian ini mampu menjangkau jarak hingga 4.000 kilometer, cukup untuk mencapai Brussels dari Teheran.

Kesimpulan: Rudal Sejjil Tunjukkan Kemandirian Teknologi Iran

Rudal Sejjil menunjukkan bahwa Iran berhasil membangun sistem pertahanan canggih secara mandiri. Selain memiliki jangkauan luas, rudal ini juga unggul dalam efisiensi peluncuran dan kemampuan manuver. Iran menggunakan Sejjil sebagai senjata strategis dalam konflik melawan Israel dan memperkuat posisinya dalam kekuatan militer global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *