Terapi Stem Cell Atasi Pengapuran Sendi dan Saraf Rusak

Berita, Kesehatan520 Dilihat

VOXSULUT – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) terus mendorong inovasi di bidang kesehatan dengan mengembangkan terapi stem cell. Teknologi ini menjadi solusi baru untuk menangani penyakit degeneratif, termasuk pengapuran sendi dan gangguan saraf.

Terapi stem cell bekerja dengan memperbaiki kerusakan di tingkat sel dan jaringan. Metode ini tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga memberikan potensi pemulihan jangka panjang.

“Baca Juga: Teleskop Xuntian vs Roman: Persaingan Menuju Orbit“


Kolaborasi dengan FKUI dan RSCM Percepat Riset Klinis

Kimia Farma menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengembangkan terapi stem cell. Mereka memulai kolaborasi ini sejak 2011 dengan fokus pada penanganan kasus tulang dan sendi.

Pada 2014, tim peneliti melanjutkan uji klinis terhadap pasien osteoartritis lutut dan luka bakar dalam. Kementerian Kesehatan memberikan izin operasional pada 2020, lalu BPOM mengeluarkan sertifikat CPOB pada 2024.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.


Terapi Stem Cell Bantu Atasi Pengapuran Sendi dan Saraf Kejepit

Pasien dengan kondisi berat seperti pengapuran sendi, saraf kejepit, hingga cedera tulang belakang telah merasakan manfaat terapi ini. Dalam kasus pengapuran sendi, stem cell merangsang pertumbuhan jaringan tulang rawan baru.

Pertumbuhan jaringan baru ini membantu mengurangi nyeri akibat peradangan dan memperbaiki fungsi sendi. Hasil ini menunjukkan potensi besar terapi stem cell untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.


Studi di RSCM Tunjukkan Hasil Positif pada Pasien OA Lutut

Sebuah studi oleh Dilogo et al. (2020) menunjukkan hasil positif terapi stem cell pada pasien osteoartritis (OA) lutut. Studi ini melibatkan 29 pasien di RSCM Jakarta dalam uji terbuka selama enam bulan.

Tim peneliti menyuntikkan stem cell yang berasal dari tali pusat manusia. Hasilnya menunjukkan penurunan gejala OA dan peningkatan kualitas hidup pasien secara signifikan.


Kimia Farma Siapkan Layanan Terapi Stem Cell untuk Masyarakat

Masyarakat yang ingin menjalani terapi ini dapat mengakses layanan di Klinik Stem Cell dan Metabolit RSCM Kencana. Kimia Farma dan RSCM menyediakan fasilitas tersebut secara langsung. Pasien memulai proses dengan berkonsultasi bersama dokter untuk memastikan kelayakan medis.

Jika dokter menyatakan pasien layak, tim medis segera menjadwalkan tindakan terapi sesuai prosedur. Tenaga kesehatan berpengalaman menangani seluruh proses untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi.


Komitmen Kimia Farma untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia

Direktur Portofolio, Produk, dan Layanan Kimia Farma, Jasmine Karsono, Ph.D., CRMP, menyatakan optimisme terhadap masa depan terapi ini. Menurutnya, pengobatan modern harus fokus pada pemulihan, bukan sekadar menghilangkan gejala.

Kimia Farma berkomitmen untuk terus memimpin dalam inovasi pengobatan berbasis biologis. Perusahaan ini juga ingin mendorong kemandirian bangsa dalam teknologi kesehatan mutakhir.


Terapi Regeneratif Jadi Harapan Baru Pasien Degeneratif

Terapi ini memberikan harapan baru bagi pasien yang mengalami gangguan degeneratif sulit disembuhkan. Kimia Farma terus menunjukkan komitmen dengan menghadirkan inovasi ini. Perusahaan tersebut membangun masa depan kesehatan Indonesia yang lebih mandiri dan maju melalui pengembangan teknologi pengobatan regeneratif.

“Baca Juga: Luis Figo Desak Real Madrid Bajak Transfer Nico Williams“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *