Waspadai Gejala Perimenopause pada Wanita Usia 40-an

Kesehatan736 Dilihat

VOXSULUT – Waspadai Gejala Perimenopause: Perimenopause merupakan fase transisi alami yang dialami wanita menjelang menopause. Fase ini biasanya terjadi saat usia akhir 30-an hingga pertengahan 40-an. Pada masa ini, tubuh wanita mulai mengalami perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.

Ovarium sebagai penghasil hormon mulai mengurangi produksinya secara bertahap. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Akibatnya, wanita merasakan gejala fisik dan emosional yang cukup mengganggu.

“Baca Juga: Bahaya Mikroplastik: Ancaman Tersembunyi bagi Tubuh“

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.

Gejala Perimenopause Bisa Menurunkan Kualitas Hidup

Meskipun perimenopause bukan kondisi medis berbahaya, gejalanya bisa menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi wanita memahami tanda-tanda awal fase ini.

Dengan memahami gejalanya, wanita dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Mereka juga dapat segera mencari bantuan medis jika diperlukan.

Hormon Estrogen Menurun Secara Bertahap

Penurunan kadar estrogen menjadi penyebab utama gejala perimenopause. Estrogen berperan besar dalam menjaga fungsi sistem reproduksi wanita.

Ketika estrogen menurun, progesteron juga ikut tidak seimbang. Kedua hormon ini naik turun seperti rollercoaster, sehingga tubuh merespons dengan berbagai perubahan.

Pada masa menopause, kadar estrogen akan turun drastis. Ovarium tidak lagi melepaskan sel telur. Haid pun berhenti sepenuhnya dan kemampuan untuk hamil ikut hilang.

Perubahan Siklus Menstruasi Menjadi Gejala Awal

Wanita yang memasuki perimenopause sering mengalami siklus haid yang tidak teratur. Haid bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Volume darah haid juga bisa berubah. Terkadang haid menjadi sangat ringan, lalu pada bulan berikutnya sangat deras.

Jika siklus haid berubah selama tujuh hari atau lebih secara berulang, kemungkinan Anda memasuki perimenopause awal. Sementara itu, jeda 60 hari antarhaid menandakan fase perimenopause akhir.

Hot Flashes dan Gangguan Tidur Muncul Bersamaan

Banyak wanita merasakan sensasi panas mendadak atau hot flashes. Gejala ini sering muncul tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa menit.

Hot flashes juga bisa menyebabkan keringat malam. Akibatnya, tidur menjadi terganggu. Tidak jarang wanita terbangun di malam hari karena merasa panas dan berkeringat.

Emosi Tidak Stabil dan Mudah Tersinggung

Perubahan hormon bisa memicu suasana hati yang naik turun. Wanita menjadi mudah tersinggung atau merasa sedih tanpa sebab.

Kurangnya tidur karena hot flashes juga memperparah kondisi emosional. Risiko gangguan kecemasan dan depresi pun ikut meningkat selama fase ini.

Vagina Kering dan Masalah Kandung Kemih

Saat hormon estrogen menurun, jaringan di vagina menjadi lebih tipis dan kering. Hal ini membuat hubungan seksual terasa tidak nyaman atau menyakitkan.

Selain itu, kekuatan otot di sekitar kandung kemih ikut menurun. Beberapa wanita mengalami kesulitan menahan buang air kecil atau lebih sering mengalami infeksi saluran kemih.

Kesuburan Menurun tapi Kehamilan Masih Mungkin

Ovulasi yang tidak teratur menurunkan peluang kehamilan. Namun, selama haid masih terjadi, kehamilan tetap mungkin terjadi.

Untuk itu, wanita sebaiknya tetap menggunakan kontrasepsi sampai haid berhenti total selama 12 bulan berturut-turut.

Tulang Rapuh dan Kolesterol Naik

Estrogen membantu menjaga kekuatan tulang. Ketika kadarnya turun, risiko kehilangan massa tulang meningkat. Wanita menjadi lebih rentan terhadap osteoporosis.

Selain itu, kadar kolesterol jahat (LDL) cenderung meningkat, sedangkan kolesterol baik (HDL) justru menurun. Kondisi ini dapat memicu risiko penyakit jantung seiring bertambahnya usia.

“Baca Juga: FIFA Heningkan Cipta untuk Jota di Piala Dunia Klub“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *