Bandung Jajaki Teknologi AI untuk Olah Sampah Perkotaan

Teknologi496 Dilihat

VOXSULUT Bandung Jajaki Teknologi AI: Pemerintah Kota Bandung membuka peluang kemitraan dengan perusahaan teknologi pengolahan sampah asal Cina, Qinglv Environment. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melihat potensi besar dari teknologi milik perusahaan tersebut, terutama karena Kota Bandung kekurangan lahan untuk fasilitas pengelolaan sampah.

“Baca Juga: iPad Pro Baru Usung Dua Kamera Depan dan Chip M5“

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.

Qinglv Tawarkan Solusi untuk Kota Minim Lahan

Qinglv Environment berasal dari Provinsi Guangdong dan mengklaim mampu menyortir hingga 100 ton sampah per hari. Mereka hanya membutuhkan lahan seluas 1.600 meter persegi untuk mengoperasikan fasilitas tersebut. Teknologi itu menggunakan konsep “mini sorting plant” yang dapat memilah sekitar 6,25 kilogram sampah di setiap meter persegi lahan.

Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung sangat membutuhkan kapasitas seperti itu. Selain itu, ia menyebut bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan satu solusi berskala besar. Oleh karena itu, menurutnya, Kota Bandung perlu menghadirkan lebih banyak fasilitas skala menengah dan kecil yang dapat dibangun dengan cepat di lahan terbatas.

Bandung Ingin Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Terbuka

Wali Kota Farhan menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah. Pemerintah Kota Bandung ingin membangun ekosistem yang terbuka dan inklusif. Hal ini dilakukan agar berbagai pihak bisa ikut serta menyumbangkan solusi.

Farhan menyambut baik pendekatan Qinglv yang menggunakan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam proses pemilahan sampah. Ia menilai hal itu bisa meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengolahan.

Teknologi Qinglv Sudah Teruji di Guangzhou

Chairman Qinglv Environment, Wu Jianyang, menyampaikan bahwa perusahaannya telah bergerak di bidang pengolahan sampah sejak tahun 2009.Ia menjelaskan bahwa tim mereka telah menerapkan sistem tersebut dengan sukses di Guangzhou, salah satu kota besar di Cina.

Teknologi Qinglv mampu mencapai tingkat pemanfaatan ulang bahan baku hingga 90 persen.

Sistem ini memilah sampah secara efisien dengan menggunakan mesin sortir otomatis yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Wu Jianyang juga menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah pengolahan sampah kota. Ia menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperluas kerja sama dengan kota-kota lain yang memiliki masalah serupa.

Bandung Jajaki Teknologi AI: Pemkot Siap Lanjutkan Diskusi

Kunjungan Qinglv ke Balai Kota Bandung pada 25 Juli 2025 menjadi langkah awal pembicaraan lebih lanjut. Pemerintah Kota Bandung berencana menindaklanjuti pertemuan ini dengan diskusi teknis serta kajian kelayakan.

Pemerintah berharap kerja sama ini dapat menjadi solusi konkret dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah kota. Jika berhasil, teknologi Qinglv berpeluang untuk diterapkan di kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi kendala serupa.

“Baca Juga: Joao Felix Pilih Gabung Al-Nassr, Tolak Pulang ke Benfica“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *