VOXSULUT – Japanese walking atau Interval Walking Training (IWT) menjadi tren global setelah Eugene Teo, kreator konten asal Australia, memperkenalkannya. Peneliti Jepang mengembangkan metode ini untuk meningkatkan kesehatan melalui latihan jalan kaki yang lebih efektif.
Eugene Teo menyederhanakan metode ini agar masyarakat mudah memahaminya. Ia ingin membantu orang yang kesulitan mencapai target 10.000 langkah per hari. Melalui konten yang ditonton puluhan juta kali, ia berhasil menjangkau audiens luas.
“Baca Juga: Cegah Kucing Peliharaan dari Obesitas: Ini Dia Cara Efektif“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Mengapa Japanese Walking Lebih Efektif
Japanese walking terbukti lebih unggul dibanding jalan kaki biasa dalam meningkatkan kesehatan. Menurut Healthline, tinjauan studi 2024 menunjukkan manfaatnya kuat bagi individu sehat, lansia, dan penderita penyakit metabolik.
Penelitian awal pada orang dewasa dengan usia rata-rata 63 tahun menunjukkan hasil signifikan. Latihan ini memperbaiki tekanan darah, kadar gula, dan indeks massa tubuh. Selain itu, metode ini meningkatkan kapasitas aerobik dan kekuatan otot.
Struktur Latihan Japanese Walking
Metode ini memiliki protokol sederhana namun terukur. Latihan dimulai dengan tiga menit berjalan cepat pada 70% kapasitas maksimal. Setelah itu, lakukan tiga menit berjalan lambat pada 40% kapasitas.
Siklus ini diulang lima kali hingga durasi total menjadi 30 menit. Rekomendasi latihan adalah lima kali dalam satu minggu. Pola ini membuat tubuh bekerja dengan intensitas bergantian sehingga hasilnya lebih optimal.
Pandangan Ahli tentang Keunggulan IWT
Kristian Karstoft, penulis utama tinjauan studi 2024, menegaskan keunggulan metode ini. Ia membandingkan IWT dengan jalan kaki terus-menerus berdurasi dan berenergi sama, lalu menyimpulkan bahwa IWT lebih unggul.
Metode ini meningkatkan kebugaran fisik, memperbaiki komposisi tubuh, dan mengontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Karstoft menyatakan bahwa interval intensitas membuat latihan ini lebih efektif untuk jangka panjang.
Tips Memulai Japanese Walking dengan Aman
Japanese walking cocok untuk berbagai tingkat kebugaran, namun penting memulainya dengan cara yang benar. Healthline menyarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas ini.
Denice Ichinoe, asisten profesor kedokteran dari Kirk Kerkorian School of Medicine, mengingatkan pentingnya kenyamanan. Ia menekankan agar setiap orang mendengarkan kondisi tubuh sebelum dan saat berolahraga.
Berikut beberapa tips praktis untuk memulai:
-
Tetapkan target realistis. Jika belum sanggup 30 menit, mulailah dengan durasi lebih pendek.
-
Gunakan tes bicara. Saat berjalan cepat, idealnya hanya mampu mengucapkan beberapa kata sebelum perlu bernapas.
-
Kenakan sepatu nyaman. Pilih sepatu yang mendukung kaki agar terhindar dari rasa sakit.
-
Perhatikan sinyal tubuh. Jika merasa nyeri atau pusing, perlambat langkah atau berhenti.
-
Catat perkembangan. Gunakan jurnal atau aplikasi kebugaran untuk memantau hasil latihan.
Japanese Walking sebagai Gaya Hidup Sehat
Metode ini tidak hanya membantu mencapai target kebugaran, tetapi juga membuat latihan terasa lebih menyenangkan. Pola interval memberikan variasi sehingga mengurangi rasa bosan.
Bagi orang yang sibuk, metode ini menawarkan solusi praktis karena durasinya hanya 30 menit. Selain itu, orang dapat merasakan hasilnya dalam waktu singkat jika berlatih konsisten.
“Baca Juga: Rizky Ridho Selalu Cetak Gol di Tiap Musim Bersama Persija“








