Inovasi Teknologi Mahasiswa Uji Efisiensi di Kontes Mobil Hemat Energi 2025

Teknologi252 Dilihat

VOXSULUT – Inovasi Teknologi Mobil Hemat Energi: Sebanyak 68 tim dari 44 perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025. Kompetisi ini berlangsung pada 25–26 Oktober di Universitas Jember, Jawa Timur.
Para peserta berlomba dalam dua kategori utama, yaitu Prototype dan Urban Concept. Kedua kategori ini terbagi lagi menjadi beberapa kelas berdasarkan jenis mesin penggerak, seperti bensin, diesel, etanol, dan listrik.

“Baca Juga: Samsung Galaxy XR: Headset Canggih Lawan Apple Vision Pro“

Tujuan Kompetisi: Melatih Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa

Ketua Panitia KMHE 2025, Fendi Setyawan, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi agenda tahunan Kemendiktisaintek. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan inovasi mahasiswa dalam menciptakan kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi.
Fendi menyebut proses seleksi berlangsung sejak Juli. Tahapannya meliputi pendaftaran, seleksi tim, laporan desain kendaraan, modifikasi kendaraan, hingga pembuatan video inspeksi virtual.
“Setiap kendaraan yang lolos akan diuji performanya. Tim akan melakukan percobaan dan pengukuran jarak tempuh kendaraan,” kata Fendi.

Pengukuran Efisiensi Jadi Penentu Peringkat

Koordinator Dewan Juri KMHE 2025, Ario Sunar Baskoro dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa setiap kendaraan dinilai berdasarkan efisiensinya.
Jarak tempuh kendaraan per liter bahan bakar atau per kilowatt hour menjadi acuan utama.
“Semakin tinggi kilometer per liter atau per kilowatt hour, maka semakin tinggi peringkatnya,” ujar Ario.

Ario menambahkan bahwa kategori bahan bakar mencakup bensin sawit, bio solar, dan etanol 100 persen. Sedangkan kendaraan listrik menggunakan sistem plug-in baterai.
Pada beberapa ajang sebelumnya, kendaraan bensin bisa menempuh hingga 1.000 kilometer per liter, kendaraan etanol sekitar 500 meter, dan kendaraan listrik mencapai 700 hingga 800 kilometer per kilowatt hour.

Ajang Kolaborasi Ilmiah untuk Transisi Energi Nasional

Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme peserta dari seluruh Indonesia. Menurutnya, KMHE menjadi wadah intelektual yang penting bagi mahasiswa untuk belajar berpikir ilmiah dan bertindak profesional.
“Mahasiswa belajar berlomba secara etis dan berinovasi menciptakan kendaraan hemat energi yang terukur kinerjanya,” kata Iwan.

Iwan menegaskan bahwa KMHE juga menjadi sarana strategis untuk mendukung transisi energi nasional menuju net zero emission 2045.
Ia menjelaskan bahwa dalam kompetisi ini mahasiswa menguji kemampuan lintas disiplin. Mereka berkolaborasi dalam desain aerodinamika, rekayasa material, sistem kelistrikan, hingga manajemen energi.

Menumbuhkan Generasi Inovator Masa Depan

Kontes Mobil Hemat Energi bukan hanya ajang perlombaan. Kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran dan eksperimen bagi mahasiswa. Mereka belajar memahami efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan pentingnya kerja sama tim.
Melalui ajang ini, mahasiswa Indonesia membuktikan kemampuannya dalam menciptakan solusi transportasi masa depan yang hemat energi dan berkelanjutan.

“Baca Juga: Casemiro Bersinar Lagi, tapi MU Ragu Perpanjang Kontraknya“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *