NASA Kurangi Misi Starliner dan Atur Ulang Rencana Penerbangan

Teknologi240 Dilihat

VOXSULUT – NASA mengumumkan rencana baru untuk penerbangan Boeing Starliner menuju ISS pada April 2026. NASA memakai misi bernama Starliner-1 untuk mengangkut kargo dan logistik penting. NASA menegaskan bahwa misi ini tidak membawa awak karena lembaga tersebut ingin memvalidasi peningkatan sistem setelah uji berawak sebelumnya. NASA juga menjelaskan bahwa misi ini membantu proses penilaian langsung terhadap perbaikan yang sudah diterapkan.

“Baca Juga: Modernisasi Teknologi Hercules TNI AU Dimulai PTDI“

NASA Kurangi Jumlah Misi Berawak Starliner

NASA dan Boeing sepakat mengurangi jumlah penerbangan berawak Starliner. Kedua pihak mengurangi sedikitnya dua misi dari kontrak enam rotasi awak yang dibuat pada 2014. Kesepakatan baru membuat Boeing hanya wajib menjalankan empat misi berawak. Dua misi lainnya berubah menjadi opsi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Keputusan ini membantu NASA menata ulang jadwal penerbangan hingga 2030.

Masalah Mesin Dorong Hambat Progres Starliner

Keputusan terbaru muncul setelah Boeing berupaya memulihkan jadwal penerbangan berawak. Masalah pada misi Crew Flight Test 1 tahun lalu membuat program ini tertunda. Dua astronot, Butch Wilmore dan Sunita Williams, terbang memakai Starliner pada misi itu. NASA melarang keduanya kembali ke Bumi memakai kapsul yang sama karena masalah mesin dorong. NASA akhirnya memulangkan kedua astronot memakai kapsul Dragon milik SpaceX pada Maret 2025.

Wilmore dan Williams seharusnya menyelesaikan misi dalam sepuluh hari. Namun mereka tetap tinggal di ISS lebih dari sembilan bulan akibat kendala teknis. Peristiwa ini membuat NASA meminta Boeing meningkatkan sistem propulsi untuk memenuhi standar penerbangan berawak.

Boeing Lakukan Perbaikan Sistem Sejak 2024

Boeing mengerjakan perbaikan sejak kapsul Starliner mendarat pada September 2024. Boeing terus memodifikasi sistem dorong agar sesuai tuntutan sertifikasi NASA. Program ini juga mencatat beberapa masalah lain sejak 2019. Uji terbang tanpa awak pertama pada 2019 gagal mencapai ISS. Uji kedua pada 2022 berjalan lebih baik dan menjadi dasar untuk uji berawak pada 2024. Namun masalah tetap muncul sehingga program kembali tertunda.

NASA Fokuskan Pengujian untuk Dua Misi Mendatang

Steve Stich, manajer Program Kru Komersial NASA, menyampaikan langkah terbaru ini. Ia menyebut NASA dan Boeing terus menjalankan pengujian ketat terhadap sistem dorong Starliner. NASA ingin memastikan seluruh peningkatan bekerja dengan aman sebelum menjalankan dua misi berawak berikutnya.

Stich menjelaskan bahwa modifikasi terbaru membantu kedua pihak fokus pada sertifikasi Starliner pada 2026. NASA ingin menjalankan rotasi awak pertama Starliner ketika seluruh persiapan selesai. Langkah ini juga membantu NASA menyesuaikan rencana penerbangan hingga penghentian operasional ISS pada 2030.

ISS Akan Masuk Fase Akhir Operasi

NASA menargetkan ISS pensiun pada 2030 setelah beroperasi selama 30 tahun. NASA akan mengarahkan stasiun itu masuk atmosfer Pasifik setelah proses deorbit. Sebagian komponen diperkirakan jatuh di wilayah Point Nemo, lokasi yang dikenal sebagai kuburan wahana antariksa.

“Baca Juga: Jadwal Serie A 2025/2026: Daftar Lengkap Musim Ini“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *