VOXSULUT – Jepang Uji PLTS: mencatat kemajuan besar dalam riset energi terbarukan.
Para peneliti berhasil menguji sistem pembangkit listrik dari luar angkasa.
Teknologi ini mengirim energi ke bumi tanpa kabel.
Uji coba tersebut membuka babak baru dalam sejarah energi bersih.
“Baca Juga: BRIN Perkuat Teknologi Antariksa lewat Misi Roket LVM3-M6“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Energi Surya Orbit Dikirim Langsung ke Bumi
Chief Executive Officer Spaceage Solar Energy, Paul Koti, menjelaskan mekanisme sistem ini.
Panel surya di orbit menangkap energi matahari secara terus-menerus.
Sistem kemudian mengirim energi tersebut ke stasiun bumi melalui gelombang mikro.
Stasiun bumi menerima gelombang mikro dengan antena khusus.
Perangkat kemudian mengubah gelombang tersebut menjadi listrik siap pakai.
Paul menegaskan sistem ini membuktikan pengiriman energi tanpa kabel fisik.
Keunggulan Dibanding Panel Surya di Darat
Panel surya di bumi sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Awan tebal sering menurunkan produksi listrik secara signifikan.
Selain itu, panel darat tidak menghasilkan energi pada malam hari.
Sebaliknya, panel surya di luar angkasa menerima sinar matahari terus-menerus.
Sistem ini terbebas dari siklus siang dan malam.
Atmosfer juga tidak mengganggu proses penyerapan energi.
Karena itu, sistem ini menawarkan pasokan listrik yang lebih stabil.
Para peneliti menilai teknologi ini cocok sebagai sumber listrik dasar jangka panjang.
Menuju Energi Terbarukan Skala Besar
Paul menyebut proyek ini sebagai langkah awal menuju industri baru.
Teknologi ini berpotensi memasok listrik bersih untuk kota besar.
Daerah terpencil juga dapat menerima pasokan energi yang stabil.
Para ahli melihat inovasi ini sebagai perubahan besar cara manusia menghasilkan energi.
Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Selain itu, teknologi ini mendukung target pengurangan emisi global.
Riset Global Telah Dimulai Sejak Beberapa Tahun Lalu
Ulasan dari Rated Power menyebut riset ini berjalan sejak dua tahun terakhir.
Satelit buatan California Institute of Technology menjadi pelopor teknologi ini.
Satelit tersebut berhasil memancarkan energi surya dari orbit ke bumi.
Energi dari panel surya di orbit menghasilkan daya jauh lebih besar.
Produksinya mencapai 13 kali lipat dibanding panel di darat.
Angka ini menunjukkan potensi besar tenaga surya berbasis ruang angkasa.
Potensi Besar untuk Dunia Penerbangan
Para peneliti juga menyiapkan pengembangan lanjutan teknologi ini.
Energi dari orbit berpotensi dikirim langsung ke pesawat.
Sistem ini dapat membantu proses lepas landas.
Selain itu, teknologi ini memungkinkan pengisian daya pesawat saat terbang.
Inovasi tersebut dapat menekan konsumsi bahan bakar fosil.
Industri penerbangan berpeluang mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Langkah Awal Menuju Masa Depan Energi Bersih
Uji coba dari Jepang menandai langkah penting menuju energi masa depan.
Teknologi ini masih memerlukan pengembangan lanjutan.
Namun, hasil awal menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan.
Dengan riset berkelanjutan, listrik dari luar angkasa bisa menjadi solusi global.
Energi bersih, stabil, dan berkelanjutan kini semakin mendekati kenyataan.
“Baca Juga: PSG Tanpa Galacticos Ukir Sejarah Emas Sepanjang 2025“






