VOXSULUT – Perusahaan roket swasta Jepang, Space One, kembali menghadapi kegagalan peluncuran roket Kairos.
Perusahaan itu meluncurkan Kairos No. 3 pada Kamis pagi, 5 Maret 2026.
Roket tersebut lepas landas dari Spaceport Kii di Prefektur Wakayama, Jepang.
Peluncuran berlangsung pada pukul 11:10 waktu Jepang.
Namun, roket hanya bertahan sekitar dua menit di udara.
Tim misi kemudian menilai peluang keberhasilan misi sangat kecil.
Karena itu, tim pengendali segera menghentikan penerbangan roket.
Space One menyampaikan informasi tersebut melalui platform X.
Perusahaan menyatakan bahwa sistem pengendali menjalankan prosedur penghentian penerbangan.
Langkah tersebut bertujuan mencegah risiko yang lebih besar selama misi.
“Baca Juga: Swarm Drone AI IPB Dorong Inovasi Pertanian Indoor“
-
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.
-
Sosial Media Tiktok Berita Kostum Baru Spider-Man
-
Berita Kostum Baru Spider-Man di Instragram Voxsulut.com
Tiga Peluncuran Kairos Berakhir Gagal
Kegagalan terbaru ini memperpanjang catatan buruk roket Kairos.
Roket tersebut gagal dalam tiga peluncuran berturut-turut.
Peluncuran pertama terjadi pada Maret 2024.
Roket saat itu hanya terbang sekitar lima detik setelah lepas landas.
Sistem pengendali mendeteksi kecepatan dan daya dorong di bawah perkiraan.
Tim misi kemudian langsung menghentikan penerbangan roket.
Space One mencoba kembali meluncurkan Kairos pada Desember 2024.
Peluncuran kedua sempat berlangsung lebih lama.
Roket itu terbang sekitar tiga menit setelah lepas landas.
Selain itu, roket mencapai ketinggian sekitar 100 kilometer.
Namun, sistem kembali mendeteksi anomali pada performa roket.
Tim misi akhirnya menghentikan penerbangan sebelum misi selesai.
Lima satelit kecil ikut hilang dalam kegagalan tersebut.
Insiden itu menjadi pukulan besar bagi proyek Kairos.
Misi Terbaru Membawa Lima Wahana Kecil
Pada peluncuran ketiga ini, Kairos kembali membawa lima wahana kecil.
Tim misi merencanakan pelepasan wahana tersebut ke orbit.
Roket seharusnya melepaskan satelit sekitar 50 menit setelah peluncuran.
Satelit juga seharusnya masuk orbit pada ketinggian sekitar 500 kilometer.
Namun, kegagalan roket menghentikan seluruh rencana misi tersebut.
Akibatnya, lima wahana kecil kembali gagal mencapai orbit.
Space One menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Perusahaan juga menilai terlalu dini untuk menentukan penyebab kegagalan.
Tim teknis akan memeriksa semua data penerbangan roket.
Perusahaan berjanji akan menyampaikan hasil penyelidikan setelah analisis selesai.
Ambisi Space One di Industri Peluncuran Satelit
Space One berdiri pada tahun 2018 di Tokyo, Jepang.
Perusahaan tersebut fokus pada layanan peluncuran satelit kecil.
Space One menargetkan pertumbuhan besar dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan ingin melakukan 20 peluncuran setiap tahun pada akhir dekade ini.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan peningkatan hingga 30 peluncuran per tahun pada 2030-an.
Target tersebut menunjukkan ambisi besar di industri antariksa komersial.
Roket Kairos menjadi bagian penting dalam rencana tersebut.
Roket ini memiliki tinggi sekitar 18 meter.
Kairos menggunakan tiga tahap berbahan bakar padat dan satu tahap berbahan bakar cair.
Roket tersebut mampu membawa muatan hingga 150 kilogram.
Muatan tersebut dapat ditempatkan ke orbit sinkron matahari.
Namun, Space One masih harus mengatasi berbagai masalah sebelum mencapai target peluncuran tersebut.






