Kemenkes Pastikan Influenza A Subclade K di RI Terkendali

Kesehatan151 Dilihat

VOXSULUT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan pembaruan terkait influenza A(H3N2) subclade K.
Hingga akhir Desember 2025, situasi nasional tetap terkendali.
Kemenkes tidak melihat peningkatan tingkat keparahan penyakit.


Situasi Influenza di Indonesia Masih Terkendali

Kemenkes menilai kondisi influenza A(H3N2) subclade K stabil.
Data nasional menunjukkan tren kasus menurun dua bulan terakhir.
Varian ini tidak memicu lonjakan kasus berat.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyampaikan penilaian resmi.
Ia menegaskan gejala masih menyerupai flu musiman.

“Baca Juga: HIV pada Anak: Fakta Risiko, Penularan, dan Pencegahan“


Perkembangan Global Seiring Musim Dingin

Secara global, kasus influenza A(H3) meningkat sejak minggu ke-40 tahun 2025.
Peningkatan terjadi terutama di Amerika Serikat saat musim dingin.

Centers for Disease Control and Prevention mengidentifikasi subclade K pada Agustus 2025.
Sejak itu, lebih dari 80 negara melaporkan temuan serupa.


Penilaian WHO tentang Tingkat Keparahan

World Health Organization menilai subclade K tidak lebih berat dari varian lain.
WHO menggunakan data epidemiologi global terkini.

Gejala umum meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Karakter gejala tetap mirip flu musiman.


Situasi di Asia Menunjukkan Tren Menurun

Sejumlah negara Asia melaporkan subclade K sejak Juli 2025.
Negara tersebut meliputi Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand.

Meski A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus menurun.
Penurunan berlangsung selama dua bulan terakhir.


Hasil Surveilans Nasional Indonesia

Di Indonesia, surveilans menunjukkan A(H3) sebagai varian dominan.
Kemenkes memantau melalui sistem sentinel ILI-SARI.

Pemeriksaan whole genome sequencing selesai pada 25 Desember 2025.
Subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025.


Sebaran Kasus dan Kelompok Terdampak

Kemenkes mencatat 62 kasus subclade K hingga akhir Desember 2025.
Kasus tersebar di delapan provinsi.

Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat mencatat jumlah tertinggi.
Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan anak-anak.


Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Kemenkes memeriksa 843 spesimen positif influenza.
Sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan genom.

Seluruh varian termasuk jenis yang telah dikenal.
Varian tersebut saat ini beredar secara global.


Langkah Kesiapsiagaan dan Pencegahan

Kemenkes terus memperkuat surveilans dan pelaporan nasional.
Pemerintah menyiapkan respons sesuai dinamika situasi.

Masyarakat perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Warga juga perlu menjaga daya tahan tubuh.

Kemenkes menganjurkan vaksinasi influenza tahunan.
Anjuran ini terutama berlaku bagi lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *