BRIN Inovasikan Tekstil Antibakteri dari Minyak Jeruk Nipis

Teknologi169 Dilihat

VOXSULUT Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material mengembangkan dua inovasi strategis.
Inovasi tersebut mencakup tekstil antibakteri ramah lingkungan dan pelapis komponen pembangkit listrik.
Kedua riset ini menjawab kebutuhan kesehatan dan ketahanan industri nasional.

“Baca Juga: Jepang Uji PLTS Luar Angkasa Kirim Listrik ke Bumi“

Tekstil Antibakteri Berbasis Minyak Jeruk Nipis

Tim peneliti BRIN mengembangkan tekstil antibakteri berbasis minyak atsiri jeruk nipis.
Bahan alami ini dikenal efektif melawan bakteri dan aman bagi lingkungan.
Peneliti memanfaatkan teknologi mikrokapsul untuk menjaga efektivitas senyawa aktif.

Teknologi mikrokapsul melepaskan zat antibakteri secara bertahap.
Pendekatan ini meningkatkan daya tahan fungsi antibakteri pada kain.
Selain itu, tekstil tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Tekstil fungsional ini memiliki potensi aplikasi luas.
Produk ini dapat digunakan pada pakaian medis dan olahraga.
Sektor militer dan industri juga menjadi target pengembangan.

Tekstil Fungsional dengan Banyak Manfaat

Peneliti mengembangkan tekstil antibakteri dengan fitur tambahan.
Mereka memadukan kain dengan bahan hidrofobik agar bersifat kedap air.
Tekstil ini juga menawarkan perlindungan sinar ultraviolet.

Selain itu, kain memiliki ketahanan api dan kemampuan pengatur suhu.
Kombinasi fungsi ini meningkatkan nilai guna produk tekstil nasional.
Inovasi ini sejalan dengan kebutuhan gaya hidup sehat modern.

Peneliti Ahli Madya BRIN, Tatang Wahyudi, menyoroti relevansi riset ini.
Ia menyebut kesadaran masyarakat terhadap higienitas terus meningkat.
Kondisi ini mendorong pengembangan tekstil antibakteri berkelanjutan.

Tren Global Riset Tekstil Antibakteri

Riset tekstil antibakteri tumbuh pesat sejak pandemi Covid-19.
Publikasi ilmiah global meningkat sekitar 26 hingga 27 persen per tahun.
Minyak atsiri jeruk nipis menjadi alternatif yang efektif dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis bahan alam dinilai lebih ramah lingkungan.
Selain itu, riset ini mendukung kemandirian bahan baku nasional.
BRIN melihat peluang besar untuk hilirisasi produk tekstil inovatif.

Pelapis Ni–Cr untuk Ketahanan Boiler Pembangkit

Selain tekstil, BRIN mengembangkan pelapis komposit nikel-kromium.
Pelapis ini ditujukan untuk komponen boiler pembangkit listrik tenaga uap.
Tim peneliti menggunakan metode high velocity oxy-fuel.

Teknologi ini meningkatkan ketahanan erosi komponen penting.
Kebutuhan ini menjadi krusial seiring peningkatan permintaan listrik nasional.
Batu bara masih berperan sebagai sumber energi utama.

Efisiensi dan Keandalan Sistem Energi

Peneliti Ahli Madya BRIN, Erie Martides, menjelaskan manfaat teknologi ini.
Pelapis Ni–Cr mampu memperpanjang umur pakai boiler.
Selain itu, teknologi ini meningkatkan efisiensi pembangkit listrik.

Lapisan pelindung ini juga menekan biaya perawatan.
Keandalan sistem pembangkit dapat terjaga dalam jangka panjang.
Inovasi ini mendukung ketahanan energi nasional.

ORNM Dorong Kolaborasi dan Diseminasi Riset

Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi, mengapresiasi inovasi para peneliti.
Ia menekankan peran ORNM sebagai ruang diseminasi riset.
Forum ini mendorong dialog ilmiah lintas disiplin.

Selain itu, ORNM membuka peluang kolaborasi antar institusi.
Kerja sama ini mencakup mitra nasional dan internasional.
BRIN menargetkan inovasi berdampak nyata bagi masyarakat dan industri.

“Baca Juga: John Herdman Catat Win Rate Tertinggi di Timnas Indonesia“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *