ITS dan AAL Kembangkan Pusat Studi Drone Militer

Berita, Teknologi232 Dilihat

VOXSULUT –  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjajaki kerja sama strategis dengan Akademi Angkatan Laut (AAL). Kedua institusi ingin membangun Pusat Studi Perang Drone yang terintegrasi. Mereka menargetkan penguatan kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Rektor ITS Bambang Pramujati menerima langsung kunjungan jajaran AAL di Gedung Rektorat ITS. Pertemuan itu berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026. Bambang menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan teknologi drone.

Bambang menyatakan ITS memiliki banyak dosen dan peneliti yang fokus pada bidang drone. Ia juga menekankan kekuatan tim riset yang sudah aktif. Selain itu, kampus memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung riset lanjutan.

“Baca Juga: Observatorium Mini Unisba dan Teknologi Astronomi“

ITS Andalkan Kekuatan Riset dan Fasilitas

Bambang menjelaskan bahwa ITS mengembangkan berbagai tim riset teknologi. Tim tersebut bergerak di bidang robotika, otomotif, dan sistem cerdas. Semua bidang itu saling mendukung pengembangan drone.

Selain sumber daya manusia, ITS juga menyediakan laboratorium dan pusat inovasi. Kampus memanfaatkan fasilitas tersebut untuk riset dan uji coba teknologi baru. Dengan begitu, ITS siap mempercepat realisasi pusat studi tersebut.

Lebih lanjut, Bambang menilai kolaborasi ini memberi manfaat besar bagi mahasiswa. Mahasiswa bisa terlibat langsung dalam proyek strategis nasional. Mereka juga bisa mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pertahanan.

AAL Dorong Penguatan Drone untuk Pertahanan

Sementara itu, Sekretaris Lembaga AAL Laksamana Pertama TNI Asep Iwa Soemantri menyoroti pentingnya teknologi drone. Ia menilai drone memiliki peran strategis dalam sektor pertahanan. Drone juga menawarkan efisiensi dalam berbagai operasi militer.

Menurut Iwa, Indonesia perlu mengembangkan teknologi drone secara mandiri. Ia mendorong kolaborasi riset antara lembaga pendidikan dan militer. Dengan kolaborasi itu, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.

Selain sektor pertahanan, Iwa juga melihat potensi drone di sektor lain. Ia menyebut pertanian sebagai salah satu bidang yang membutuhkan teknologi drone. Karena itu, pengembangan drone memberi dampak luas bagi pembangunan nasional.

Kedekatan Lokasi Perkuat Sinergi ITS dan AAL

Iwa memilih ITS sebagai mitra karena kekuatan teknologi yang dimiliki kampus tersebut. Ia juga mempertimbangkan kedekatan lokasi ITS dengan AAL. Kedekatan itu memudahkan koordinasi dan komunikasi antarlembaga.

Selain itu, kedua pihak ingin membangun pusat studi yang terintegrasi. Mereka ingin menyatukan riset, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan pendekatan ini, mereka berharap tercipta sistem yang lebih efektif.

Langkah penjajakan ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang. Kedua institusi akan menyusun rencana teknis dan program bersama. Mereka juga akan melibatkan tim ahli dari masing-masing lembaga.

AAL Berikan Kuliah Tamu untuk Mahasiswa ITS

Dalam kunjungan tersebut, Iwa juga memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Departemen Teknologi Informasi ITS. Ia berbicara di Auditorium Tower 2 ITS. Ia mengangkat tema pembentukan karakter kader pemimpin.

Iwa menekankan pentingnya integritas dan disiplin bagi calon pemimpin. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memiliki semangat kolaborasi. Menurutnya, penguatan karakter harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi.

Melalui kegiatan ini, ITS dan AAL memperkuat sinergi pendidikan dan pertahanan. Kolaborasi ini membuka peluang riset bersama yang lebih luas. Pada akhirnya, kedua pihak ingin menciptakan inovasi drone yang mendukung kedaulatan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *