Manfaat Tidur Nyenyak untuk Daya Tahan dan Kesehatan Mental

Kesehatan570 Dilihat

VOXSULUT – Manfaat Tidur Nyenyak: Kurang tidur bisa membahayakan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Cho Cheol Hyun, dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Anam, Korea Selatan. Ia menekankan bahwa insomnia bukan hanya gejala, melainkan gangguan kesehatan yang berdiri sendiri.

“Baca Juga: Justin Timberlake Ungkap Gejala Penyakit Lyme yang Dialami“

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru ulasan, rekomendasi, dan seputar dunia hiburan, Games, teknologi dan kesehatan baik lokal, nasional, maupun internasional, kamu bisa join di Channel WA VoxSulut.com dengan KLIK DI SINI.


Dokter Korea Selatan: Tidur Adalah Fondasi Kesehatan

Dr. Cho menyatakan bahwa tidur bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Ia menegaskan bahwa mengorbankan tidur demi produktivitas dapat menimbulkan efek buruk. Dampaknya bisa dirasakan baik pada kesehatan mental maupun fisik.

Menurutnya, gangguan tidur bisa meningkatkan risiko kanker, tekanan darah tinggi, demensia, serta gangguan suasana hati. Pernyataan ini dikutip dari The Korea Times pada Rabu, 30 Juli 2025.


1. Tidur Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Saat tidur nyenyak, tubuh memproduksi sitokin, yaitu protein yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Proses regenerasi sel juga berjalan maksimal pada malam hari.

Tidur cukup membuat tubuh siap menghadapi stres fisik dan serangan kuman. National Heart, Lung, and Blood Institute menegaskan bahwa tidur sama pentingnya dengan olahraga dan nutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh.


2. Otak Lebih Sehat Jika Tidur Terpenuhi

Saat tidur, otak membersihkan sisa metabolisme yang menumpuk selama beraktivitas. Proses ini penting untuk menjaga fungsi memori dan kesehatan sel otak.

Tidur juga memperkuat koneksi saraf yang berperan dalam proses belajar dan pengambilan keputusan. Jika tidur terganggu, kemampuan berpikir dan daya ingat akan menurun drastis.

Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa meningkatkan risiko gangguan kognitif seperti demensia dan Alzheimer, menurut MedlinePlus.


3. Tidur Cukup Menjaga Kesehatan Mental

Tidur nyenyak membantu menstabilkan hormon stres seperti kortisol dan mendorong produksi serotonin. Hormon ini menjaga kestabilan suasana hati dan mengurangi kecemasan.

Setelah tidur cukup, tubuh mampu memulihkan keseimbangan emosi. Sebaliknya, kurang tidur bisa membuat seseorang mudah marah, cemas, dan rentan depresi.

National Sleep Foundation menyebut bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memperparah gejala gangguan suasana hati, termasuk depresi.


4. Jantung dan Metabolisme Juga Butuh Tidur Berkualitas

Saat seseorang tidur, tekanan darah menurun dan detak jantung menjadi stabil. Kondisi ini membantu pembuluh darah beristirahat dan mengurangi risiko hipertensi.

Tidur juga mendukung pengaturan kadar gula darah dan metabolisme tubuh. NCBI menyebut bahwa tidur nyenyak membantu menstabilkan kadar glukosa dalam tubuh.

Sebaliknya, kurang tidur membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin). Akibatnya, risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung meningkat.


Waspadai Dampak, Mulai Jaga Pola Tidur Sehat

Kurang tidur bukan sekadar merasa mengantuk di pagi hari. Risiko jangka panjangnya mencakup gangguan fisik hingga masalah mental serius.

Untuk itu, biasakan tidur cukup 7–9 jam setiap malam dan hindari begadang. Tidur adalah investasi jangka panjang untuk tubuh dan pikiran yang lebih sehat.

“Baca Juga: Achraf Hakimi Terancam 15 Tahun Penjara karena Kasus Hukum“

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *